NABIRE - Pengusaha asal Dogiyai, Osea Petege menegaskan Orang Asli Papua (OAP) harus berani menjadi pengusaha, sejauh ini dunia pengusaha dikuasai oleh orang luar Papua yang datang di tanah Papua. Ia meminta agar orang Papua jangan hanya jadi konsumtif, tapi saatnya untuk berpikir harus produktif dalam segala hal untuk bisa menghasilkan uang. Orang Papua harus berkembang, saatnya maju dan orang asli Papua harus bisa menjadi pengusaha sukses diatas tanah Papua, kata Osea Petege, Kamis (07/03) di Nabire. Ia menantang anak-anak muda untuk harus mau terjun ke dunia usaha. Jangan selalu tunggu bupati berikan bantuan uang lalu mau berusaha. “Jika kita selalu berharap ke pemerintah, kita akan terlena,” katanya. Anak muda, lanjut Osea, harus berusaha manfaatkan kesempatan hari ini. Pasalnya, sudah tidak lama lagi Otonomi Khusus (Otsus) akan berakhir. Sehingga anak muda berani siap diri untuk sambut era globalisasi. Petege menyoroti kepada pemerintah daerah yang belum mampu lahirkan BUMD di daerah masing-masing. Padahal, hadirnya BUMD di daerah sangat membantu dalam memajukan ekonomi kerakyatan di daerah. Kepada anak-anak muda gereja Kingmi, ia memberikan enam rahasia keberhasilan dan kesuksesan, kejujuran, mulai proses dengan belajar, perjuangan dan kerja keras. Sukses tidak dari sendiri melainkan orang lain dan Tuhan Allah, peluang untuk melihat pasar, konsumen dan sabar. Sementara Wakil Bupati Deiyai, Hengky Pigai mengatakan untuk menjadi tuan besar tidak harus menunggu dan menjadi Pegawai Negeri Swasta (PNS). Semua orang punya kesempatan untuk berkarya di tanah ini. “Namun, kami berharap anak-anak muda yang lain harus menjadi pengusaha dan juga meminta agar para pemuda harus punya komitmen untuk memulai sebuah usaha,” tuturnya.(ris)