NABIRE - Walaupun sudah ada perintah vaksin bagi anak murid, namun pihak orang tua murid SMPN 8 Nabire tidak mengijinkan putra dan putrinya mengikuti program suntikan vaksin. Orang tua murid SMPN 8 Nabire hanya meminta kepada pihak sekolah agar menghadirkan tin gugus Covid-19, para dokter dan Kepala Dinas Pendidikan agar turun melakukan kegiatan sosialisasi.

Hal ini disampaikan secara langsung oleh pihak orang tua murid dalam pertemuan 3 kali yang dilaksanakan pihak sekolah.  Dengan demikian pihak sekolah hanya sebagai perpanjangan tangan. Dan pihak sekolah pun tidak tinggal diam. Tetapi terus memberikan edukasi kepada para peserta didik dan pihak orang tua murid dalam 3 kali pertemuan bersama.

“Tugas sekolah hanya sebagai perpanjangan tangan, sehingga keputusan anak vaksin ada di tangan orang tua murid. Sehingga dalam keputusan soal anak atau peserta didik divaksin, sekolah hanya bisa kembalikan kepada orang tua murid dan pemerintah daerah, karena sekolah tidak mau mengambil resiko,” ujar Kepala Sekolah SMPN 8 Nabire, Atu Talantan, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Rabu(8/9/21).

“Dan telah jelas keputusan orang tua murid dalam 3 kali pertemuan, sehingga kami meminta tim gugus, dokter dan kepala dinas turun dan memberikan sosialisasi kepada orang tua murid secara langsung,” tambahnya.

Sebab hingga saat ini pihak sekolah tidak tinggal diam. Karena telah beredar surat pernyataan atau persetujuan ke semua orang tua murid. Yang pada intinya sekolah meminta persetujuan orang tua untuk anak-anaknya divaksin.

Karena hingga saat ini sudah 95% guru SMP N 8 Nabire mendapatkan pelayanan suntikan vaksin. Sehingga dirinya berharap adanya dukungan vaksin dari orang tua agar proses belajar mengajar kembali dilaksanakan 100%. (des)