Muskab PTMSI Ditutup Secara Resmi
NABIRE - Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Kabupaten Nabire secara resmi ditutup Wakil Ketua III KONI Kabupaten Nabire James Rooroh. Walaupun tidak terlalu formal dan hanya dalam waktu yang relatif singkat, maksud dan tujuan itu dapat dica
Bagikan
NABIRE - Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Kabupaten Nabire secara resmi ditutup Wakil Ketua III KONI Kabupaten Nabire James Rooroh. Walaupun tidak terlalu formal dan hanya dalam waktu yang relatif singkat, maksud dan tujuan itu dapat dicapai.
Walau tanpa laporan pertanggungjawaban pasalnya terjadi kefakuman kepengurusan PTSMI Kabupaten Nabire mengingat masa bhakti kepengurusanya telah berakhir sejak tahun 2012, namun Muskab berhasil menyusun kepengurusan PTMSI Kabupaten Nabire 2016-2020 dan sejumlah program strategis untuk mengembangkan, memajukan dan memasyarakatkan cabang olahraga tenis meja di Kabupaten Nabire.
Ketua Umum terpilih PTMSI Kabupaten Nabire 2016-2020, Akhyar Zulkarnaen langsung memimpin jalanya rapat pembahasan program PTSMI Kabupaten Nabire didampingi Wakil Ketua Matheus Manage (Theo) dan Sekretaris M. Yasir.
Sebelum menutup, dalam sambutanya, Ketua III KONI Kabupaten Nabire kembali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muskab PTMSI Kabupaten Nabire karena walaupun relatif singkat namun menghasilkan maksud dan tujuan yang ingin dicapai.
“Ini patut dijadikan contoh, maksudnya karena maksud Muskab ini bagaiamana menentukan program dan memilih pengurus dengan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Artinya ini organisasi yang baru dibentuk pasalnya sudah lama fakum, fakum dalam arti bukan tidak berjalan, organisasinya memang tidak berjalan tetapi latihan-latihan tenis meja tetap aktif berjalan,” tuturnya.
Terkait hasil Muskab yang telah berhasil memilih kepengurusan masa bhakti 2016-2020, atas nama KONI Kabupaten Nabire, James Rooroh menyampaikan terima kasih dalam tempo yang singkat sudah mampu menentukan ketua sekaligus mengisi struktur kepengurusan PTMSI Kabupaten Nabire 2016-2020.
Namun demikian Ketua III KONI Nabire meminta kedepan agar Muskab dilaksanakan bagaimana idealnya.
“Saya memahami karena situasi dan kondisi, tetapi kedepan Muskab harus dilaksanakan sesuai aturan main Muskab. Muskab itu ada aturan mainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun saya tetap mengapresaisi Muskab berjalan baik dan tidak ada protes atau keberatan dari peserta,” ungkapnya.
“Yang paling berbahaya dalam Muskab adalah saat laporan pertanggungjawaban, karena sering kali ribut tetapi dalam Muskab ini berjalan baik dan yang utama dalam pemilihan ketua dan struktur kepengurusan telah tercapai, pembahasan program juga berjalan baik,” tambahnya.
Sementara untuk program kerja, James meminta agar membuat program yang mampu dilaksanakan dan tidak perlu membidik program terlalu jauh (muluk) tetapi tidak bisa dilaksanakan. “Buat program jangka pendek yang mampu dilaksanakan,” pintanya. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



