NABIRE - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Yohana Susana Yembise berkunjung ke Kampung Nifasi Distrik Makimi Kabupaten Nabire, Sabtu (9/7) pukul 10.00 WIT. Dalam kunjungannya kali ini, Menteri PPPA RI Yohana Susana Yembise menyempatkan dirinya untuk bertatap muka langsung dengan warga Kampung Nifasi, guna melihat lebih dekat tentang aktifitas keseharian warga masyarakat di Kampung Nifasi, terutama para kaum perempuan dan anak.  Dalam sambutannya, Menteri Yohana mengatakan, Papua menjadi perhatian utama kepemimpinan Presiden Ir. Joko Widodo – Drs. Jusuf Kalla. Dimana,saat ini fokus pembangunan di arahkan ke arah Indonesia Timur yakni Papua, Maluku dan NTT. Dirinya mengatakan, pada prinsipnya Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dari lembaga-lembaga independen. Dan Kementrian PPPA kedepan akan membuat sebuah terobosan baru dengan mendukung para kaum perempuan di Kampung Nifasi dengan program-program industri rumah tangga. Dan rencananya, Kampung Nifasi akan di jadikan Pilot Project dari Kementerian PPPA RI untuk Kampung layak anak. “Butuh waktu untuk membangun Tanah Papua, dan hasil pantauan kami melalui rapat-rapat kabinet, Papua mendapat catatan khusus paling lambat dalam pembangunan. Ini pekerjaan rumah bagi kita semua, bagaimana tanah yang kaya raya ini masih terbelakang dalam pembangunan, kita harus bangkit dengan menggunakan otak kita untuk membangun tanah ini,” tuturnya. Dirinya juga berpesan kepada seluruh Tokoh-tokoh Adat, para kepala Suku, agar selalu menjadi pelindung bagi kaum hawa dan anak di tanah Papua. Jangan ada kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak di Tanah Papua. Tidak boleh ada kekerasan dalam rumah tangga, tidak boleh ada suami yang memukul istrinya, tidak boleh ada yang memukul anaknya. Karena, saat ini Undang-undang Perlindungan anak sudah mengikat. “Jangan terlantarkan anak-anak kita, hak-hak anak adalah bersekolah, bermain dan menggunakan waktu luang untuk berkreasi dan lain-lain. Penanganan kasus-kasus perempuan dan anak harus di tangani secara serius,tugas kami perempuan ini sangat berat untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan,” pungkasnya. (cad)