Menteri Yembise Tanda Tangani Prasasti Gereja GPDI
NABIRE - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Sabtu (8/10) kemarin melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Nabire. Dalam Kunker tersebut, Menteri Yembise meresmikan dan penguntingan pita sekaligus
Bagikan
NABIRE - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Sabtu (8/10) kemarin melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Nabire. Dalam Kunker tersebut, Menteri Yembise meresmikan dan penguntingan pita sekaligus penandatangan prasasti gereja GPDI Rehobot Nabire guna melihat serta bertatap muka langsung dengan Jemaat Rehobot Nabire.
Ketua Panitia P. Siburian dalam laporannya mengatakan, bukalah kamu tanah yang baru dan bukalah bagimu lahan baru, sebab sudah waktunya mencari Tuhan. Maka ia akan mencabu dengan kaki sedianya.
Para jemaat mendukung program pemerintah di bidang pembinaan mental dan spiritual, seluruh warga Negara Indonesia wajib mengakui aliran kepercayaan dan beribadah menurut ajarannya.
Sehingga, lanjutnya, tidak ada warga Negara Indonesia yang tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang bersifat negatif yang merusak mentalitas keimanan warga masyarakat di Papua umumnya dan khususnya warga masyarakat Nabire.
Lanjutnya, agar dapat menunjang pelayanan kepada jemaat yang lebih baik dan dapat ditingkatkan iman dan kasih kepada sesama yang lain. Untuk meningkatkan pelayanan dan dapat dikembangkan rohani, bagi jemaat dapat bertumbuh dan berkembang keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan maka namamu dipermuliakan.
Dengan adanya gedung gereja GPDI yang baru ini dapat berkembang tumbuh banyak disisi pelayanan maupun disisi lainnya, agar, katanya, warga Jemaat Rehobot di Nabire, khususnya dan pada umumnya di tanah Papua dapat diberkati oleh Tuhan.
Secara khusus, Menteri Yembisa memberikan apresiasi yang tinggi kepada Jemaat Rehobot Nabire. Pasalnya, jemaat telah membangun rumah Tuhan yang kokoh dan megah hingga pelayanan pembinaan yang diberikan oleh hamba Tuhan di gereja ini terhadap jemaat, dapat ditingkatkan dan diberikan hal yang baik kepada sesama yang lain agar hidup kehidupan jemaat selalu diberkati oleh Tuhan.
Perempuan sangat baik, dimana mereka diberi kemuliaan dan tempat, “Ini yang saya rasa sangat baik dan mesti didukung. Agar kedepan perempuan juga bisa sejajar dengan kaum laki-laki dan hindari kekerasan perempuan dan anak yang selalu terjadi di dalam rumah tangga itu sendiri. Karena anak-anak kita ini dilindungi oleh undang-undang,” terangnya.
Ini suatu kemajuan, imbuhnya, dirinya lihat sudah baik suasana, namun demikian masih banyak yang perlu dibenahi dan mungkin juga terkait halaman gereja, pagar gereja dan lainnya, sehingga kedepannya saling kerja sama dan saling mendukung satu sama lain sangat penting, supaya harapan dan tujuan kita dapat bisa terwujud.(modes)
Bagikan artikel ini



