NABIRE - Memasuki akhir dari Triwulan ke-4 tahun 2017, ditekankan kembali agar kita (PUPR) dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan, sesuai prognosis yang disampaikan saat Raker Kementerian PUPR pada bulan Oktober 2017 yang lalu, yaitu sebesar ± 95% dengan tetap mengedepankan keselamatan, kualitas, dan keamanan hasil pekerjaan. “Saya ingatkan bahwa tahun 2018 adalah tahun politik, sesuai pesan bapak Presiden, kita tetap fokus bekerja, jangan berpolitik,” Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia M. Basuki Hadimuljono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III Setda Kabupaten Nabire Pieter Erari, SE.,M.Si saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-72 Tahun 2017, Senin (4/12), bertempat di halaman Kantor Dinas PUPR Kabupaten Nabire.Dikatakan, untuk tahun 2018 mendatang Kementerian PUPR diberikan amanah yang berat dengan alokasi anggaran sebesar RP. 107,4 Triliun yang merupakan alokasi terbesar dari seluruh Kementerian/Lembaga. Amanah ini harus dipikul dengan penuh tanggung jawab, optimisme, komitmen, dan profesionalisme yang tinggi. “Kita harus bekerja lebih keras, lebih baik dan lebih cepat untuk menjaga kepercayaan dan kredibilitas Kementerian PUPR di mata publik. Tahun 2018 juga menjadi penentu pencapaian program kabinet kerja, kita harus pastikan bahwa program 2018 dapat menjamin kegiatan yang dapat diselesaikan (tidak mangkrak), seperti rusun, penyediaan air minum, irigasi, dan jembatan,” ungkapnya. Katanya, semua harus diselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, PUPR  juga perlu memberikan perhatian yang lebih besar pada tahun 2018 khususnya program padat karya untuk mengatasi isu-isu kesenjangan, kemiskinan, dan keterbatasan lapangan kerja dalam rangka memberikan pengaruh positif menuju pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial di tanah air.“Saya juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada SKPD bidang PUPR di daerah dan mitra kerja asosiasi, konsultan, dan kontraktor yang telah melaksanakan dengan baik pekerjaan pembangunan infrastruktur PUPR,” ungkapnya. Menurutnya, semoga penghargaan-penghargaan yang diberikan dapat memotivasi untuk meningkatkan kinerja dan pengabdian dalam melayani masyarakat untuk menuju Indonesia yang lebih sejahtera. “Sekali lagi, jangan berpolitik, tetap professional dan tingkatkan persatuan sesuai dengan nilai corporate culture Kementerian PUPR. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada segenap insan PUPR yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama ini, Dirgahayu Kementerian PUPR ke-72,” pungkasnya.(cad)