Menceritakan Kesalahan Orang Lain, Nilai Rohaninya Dimana?
NABIRE - Kita umat Katolik Paroki Santo Yosep Nabire Barat yang selalu menceritakan kesalahan atau perbuatan orang lain, dimana kami tinggal
Bagikan
NABIRE - Kita umat Katolik Paroki Santo Yosep Nabire Barat yang selalu menceritakan kesalahan atau perbuatan orang lain, dimana kami tinggal dan berada mengenai kesalahan yang punya itu, nilai rohani kita dimanakah. “Kita selalu cerita perbuatan atau kesalahan orang lain seakan-akan kita yang lain juga orang baik padahal orang berdosa sadar diri?,” Demikian diungkap Pastor Paroki Santo Yosep Nabire Barat Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P, di sela-sela memberikan materi inkulturasi dalam Gereja Katolik Minggu (26/5) bertempat di aula Paroki Santo Yosep Nabar.Dikatakan Pastor Injonito, kita tidak rasa takut dosa, imam/pastor, pewarta dan umat kurang bedoa minta kekuatan dari Tuhan langsung komunikasi atau hubungan dengan Tuhan sangat kurang sekali hingga selalu terjadi masalah-masalah sosial didalam keluarga, gereja dan di lingkungan masyarakat dimana kami tinggal dan berada sulit menyelesaikan masalah apa yang kita hadapi dan alami, itu karena lemahnya kita kurang percaya dan berdoa kepada Tuhan sehingga masalah juga selalu berbelit-belit terus.Masalah Kring bukan masalah iman, tapi masalah perasaan satu umat dengan umat yang lain atau badan pengurus gereja dengan umat saling bermusuhan yang selalu terjadi di Paroki kita ini hanya masalah sepele saja, sehingga cara bagaimana supaya kita merangkum kembali domba-domba yang hilang itu dan kembali aktif didalam gereja adalah tugas pelayan ini dan tantangan berat buat kita. Selanjutnya Alkitab Perjanjian lama (Kel 3: 5) Tanggalkan Alas Kakimu, Tanah yang Kudus, gaya hidup kebiasaan, pikiran/mentalitas, budaya tanah kudus “Tuhan ada disitu tanah itu nilai-nilai Ketuhanan sudah ada. “Kata inkulturasi presentasi injil dalam budaya setempat tanpa kehilangan nilai injil. “Inkulturasi adalah sebuah istilah yang digunakan didalam paham Kristiani, terutama dalam gereja katolik yang menunjukkan pada kebudayaan-kebudayaan non Kristiani dan untuk mempegaruhi kebudayaan-kebudayaan tersebut pada perkembangan ajaran gereja,” terang kata pastor.“Kristologi Yesus dalam budaya setempat Asia-Papua, eklesiologi gereja adalah basis inkulturasi dalam ajaran gereja wilayah inkulturasi teologi, katekese, liturgi, perkawinan dan bidang pelayanan lainnya,” pungkasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



