NABIRE - Teller Bank Indonesia, Kamim Adityowarman yang statusnya sekarang menjadi perwakilan di Bank Papua Cabang Nabire menjelaskan masyarakat harus memulai gunakan mata uang rupiah. Kamim Adityowarman, ketika ditemui di Kantor Cabang Bank Papua Jalan Yos Sudarso Kelurahan Oyehe Kabupaten Nabire Papua kemarin siang menjelaskan, tentang jenis pecahan mata uang seribu rupiah, dan dua ribu rupiah,  jenis kertas masih saja beredar walapun memang agak susah di lingkungan pedagang dan untuk dijadikan uang kembali saat melakukan transaksi, tapi ia mengatakan sudah saatnya sekarang masyarakat harus memulai menggunakan mata uang seribu logam, karena itu kualiasnya paling bagus. Sehingga  tidak ada dampak kesulitan di lingkungan pedagang kecil maupun besar saat melakukan transaksi. Serta kita kalau mencintai mata uang kecil kesejahteraan itu pasti akan kelihatan di masyarakat bawah, dari segi penggunaan. Diharapkan juga para pedagang yang diduga rutin melakukan uang kembali kepada konsumen diharapkan jangan memberikan lagi gula-gula atau korek api, hal ini dinilai melanggar hukum, menyangkut soal uang jadi harus kembalikan juga berbentuk uang.  Selain data dari teller Bank Indonesia yang perwakilannya di Bank Papua Nabire berikut media ini juga mendapat jatah dan sumber di Breadtake  Jalan Samratulangi Nabire oleh petugas Bank Indonesia (BI) dari Provinsi Papua Jayapura, mereka petugas melakukan kunjungan sensus di lingkunagn pengusaha, pedagang kecil maupun pedagang besar salah satunya Breadtake.Waktu dikonfirmasi berita ini kepada pemilik Breadtake, bernama Dwi mengatakan, petugas Bank BI yang hendak datang ke tempat usaha mereka aktivitasnya melakukan sensus juga menanyakan tentang perkembangan konsumen yang hendak belanja.Lanjut kata Dwi, memang sekarang agak sepi, tidak tahu kenapa? tidak seperti kemarin.Dan juga sumber lain dari mantan pegawai bank mereka membenarkan kalau mau mata uang kecil dari Nabire itu adalah hak Bank Indonesia, tidak terlalu sulit sebenarnyaa, pasalnya kalau uangnya masuk ke Nabire pasti juga akan disesuaikan, sedangkan data lain lagi dari Supermarket Hadi  kata HN, mereka disini ikut aturan mana yang terbaik, mereka tetap ikut, soal masalah mata uang kecil jenis rupiah harus sosialisasi ke masyarakat, agar sama-sama mengetahui dan saling mengerti, itu saja.Pantauan media ini pengusaha-pngusaha di Kabupaten Nabire Nabire baik pedagang kecil maupun pedagang besar sudah melakukan pelayanan dengan baik dan tidak ada kendala. Mereka selalu membuka usaha, selain membuka lapangan pekerjaan juga membantu menjual jenis-jenis barang dagangan yang dibutuhkan konsumen, tapi saja informasi yang didapat tentang mata uang jenis seribu rupiah dan dua ribu rupiah sering agak susah, saat konsumen melakukan transaksi kadangkala, kalau tidak ada uang jenis kecil seribu atau dua ribu biasanya ditukar denagn harganya yang seribu atau dua ribu. Hal ini menjadi sebab akibat kendalanya jenis mata uang rupiah yang beredar sangat terbatas, oleh sebab itu sesuai data dari teller Bank Indonesia yang perwakilannya di Bank Papua itu sangat bagus, itu penjelasannya. Sebaiknya mata uang seribu logam harus beredar, agar mendongkrak mata uang seribu kertas yang diduga agak susah. Juga hal ini betul-betul membantu konsumen untuk tidak saling mencurigai. Sekali lagi pesan dari Kamim Adityowarman masyarakat harus mencintai jenis mata uang rupiah.(ist)