Masyarakat Dorong Untuk Maju
DALAM hati kecil, tidak ada niat untuk terjun ke bidang politik, mau fokus dengan bisnis. Karena, beberapa tahun terakhir ini, lebih fokus dengan bisnis dan mengesampingkan panggung politik. Kalau kembali terjun dalam dunia politik seperti percaturan jabatan Bupati Nabire t
Bagikan
DALAM hati kecil, tidak ada niat untuk terjun ke bidang politik, mau fokus dengan bisnis. Karena, beberapa tahun terakhir ini, lebih fokus dengan bisnis dan mengesampingkan panggung politik. Kalau kembali terjun dalam dunia politik seperti percaturan jabatan Bupati Nabire tentunya akan menaruh banyak musuh dengan teman-teman yang kenal selama berkiprah di dunia politik di daerah ini. Tetapi karena adanya desakan dari masyarakat lewat tokoh-tokoh masyarakat seperti lembaga adat dan pemuka agama, ya, siap untuk bertarung dalam perebutan kursi nomor satu di Kabupaten Nabire.
Ya, karena didukungan oleh masyarakat, bukan dari partai politik karena sudah tidak aktif di lembaga dan organisasi politik yakni partai politik, sehingga Peter Fabean Worabay memilih jalur independen menuju perebutan kursi Bupati Nabire. Saat ditemui di kediamannya, Rabu (20/5), Worabay menuturkan, tidak ada pikiran untuk maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di daerah ini, mau konsentrasi dengan bisnis karena sedang menekuni bisnis dan sudah tidak berpikir untuk politik sejak beberapa tahun silam. Kendatipun Peter sendiri mengaku belum berpikir ke politik tetapi wajar dan pantas sejumlah tokoh masyarakat meminta Worabay untuk bersedia maju sebagai salah satu bakal calon Bupati Nabire. Karena, Peter dikenal sebagai seorang tokoh muda, dekat dengan siapa saja dan dikenal di panggung politik dan dunia bisnis di daerah ini. Masyarakat mendorong suaminya Yuli Titi Marey ini sebagai salah satu figur yang layak dan punya kapasitas untuk memimpin daerah ini, walaupun berada di luar birokrasi, karena dikenal sebagai salah satu tokoh intelektual muda dan mampu beradaptasi dengan berbagai kelompok etnis. Mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrat Kabupaten Nabire ini mengaku sebelum menyatakan bersedia menjawab permintaan masyarakat, meminta pendukungnya untuk memprakarsai pertemuan, ternyata masyarakat yang datang malah melebihi undangan. “Saya kualahan juga, karena halaman ini penuh, lebih dari undangan yang disebarkan,” ungkap ayah lima anak ini.Wajar mendapat simpati dari tokoh-tokoh masyarakat di daerah ini. Karena, mengenal spesifik daerah ini secara baik. Sebab, masuk Nabire sejak 1969 lalu, Worabay mengenyang pendidikan sejak Taman Kanak-kanak hingga menyelesaikan pendidikan di Nabire. Sepulang dari mengejar pendidikan tinggi juga balik ke Nabire hingga akhirnya meminang putri seorang tokoh masyarakat Wate, Yuli Titi Marey yang menurunkan enam anak, satu orang diantaranya sudah mendahului ke rumah Allah. Permintaan tokoh-tokoh masyarakat tidak ditanggapi serta merta. Mantan legislator Nabire, masing-masing dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Partai Demokrat ini sebelum menjawabnya, mengaku terlebih dahulu memohon doa perutusan kepada Sang Maha Kuasa. Karena, menyadari beban tanggung jawab akan diemban kemudian merupakan sebuah perutusan dari Allah Semesta. Dan itu, tidak hanya sebelum menyatakan dirinya siap bersaing bersama dengan bakal calon lainnya menuju kursi nomor satu Nabire, tetapi hal serupa juga pernah dilakoni ketika mendaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Nabire lewat PDI dan Partai Demokrat. Worabay menyadari tak semudah bersaing dengan incumbent yang akan maju pada pemilihan kepala daerah tahun ini. Namun karena adanya dukungan dari masyarakat, Worabay yang pernah sukses mengantar Persinab Nabire meraih juara pertama Divisi I ini menyatakan siap bersaing menuju Nabire satu.Pengusaha muda ini menyadari dalam perseteruan politik ini tentu akan memutuskan hubungan yang pernah dibangun dengan teman-teman lain ketika aktif di partai politik dan legislatif, tetapi karena didorong oleh masyarakat maka siap untuk bersaing dalam percaturan pemilihan kepala daerah yang mulai memanas di Nabire.Ketika ditanya soal aliran dukungan masyarakat, Worabay mengaku, sudah lebih dari separuh distrik, hanya sekitar empat distrik yang belum. Dari empat distrik yang belum itupun sedang dalam perjuangan untuk mencari simpatinya.*Kalau Berkenan, Siap Bawa Orang Pintar ke KampungSEKALIPUN Peter F Worabay mengaku akan memilih jalur perseorangn untuk bakal calon (Balon) Bupati Nabire pada Pemilukada atas desakan masyarakat, khususnya lembaga adat dan tokoh gereja, apabila lolos verfikasi dan memenangkan Pemilukada, sudah siap dengan konsep pembangunan yang menyentuh dengan rakyat kecil. “Kalau berkenan, siap bawa orang pintar ke kampung,” tuturnya singkat kepada media ini, Rabu (20/5).Konsepnya, singkat. Ingin membawa orang pintar dari kota ke kampung. Tidak meniru konsep “Kaka Bas Pulang Kampung” atau Gerakan Kembali ke kampung. Tetapi, kata ayah lima anak ini, orang-orang pintar, guru-guru yang berkualitas dan disiplin dari kota dipindahkan ke kampung dan sebagian guru yang sementara ini di kampung-kampung dimutasikan ke kota.Demikian juga di bidang kesehatan, kata Peter, setiap Puskesmas akan ditempatkan dokter agar masyarakat di kampung juga dilayani oleh tenaga dokter, sehingga masyarakat dari kampung tidak perlu datang berobat di kota.Untuk mewujudkan program tersebut, kata Peter, akan memperbanyak kunjungan ke kampung dengan mengajak instansi terkait ke kampung. “Saya akan ajak kepala-kepala dinas jalan dari kampung ke kampung. Siapa yang tidak mampu jalan di kampung, tidak usah harap jadi kepala dinas,” tegas Worabay. (ans)
Bagikan artikel ini



