Makanan Sagu Menjadi Pilihan Semua Orang
NABIRE - Bertempat di Balai Kampung Makimi, Selasa (26/8), Sekertaris Dinas Pertanian dan perkebunan Kabupaten Nabire, Drs. Amon Rumatrai secara resmi membuka pelatihan perluasan dan pengembangan tanaman sagu. Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta yang terbagi dalam dua kel
Bagikan
NABIRE - Bertempat di Balai Kampung Makimi, Selasa (26/8), Sekertaris Dinas Pertanian dan perkebunan Kabupaten Nabire, Drs. Amon Rumatrai secara resmi membuka pelatihan perluasan dan pengembangan tanaman sagu. Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta yang terbagi dalam dua kelompok petani.
Dalam sambutannya Sekertaris Dinas Pertanian dan Perkebunan mengatakan, hasil tanaman sagu yang merupakan tepung sagu kini menjadi makanan pilihan bagi semua lapisan masyarakat yang ada di Papua maupun di luar Papua. Harga satu karung dalam kemasan beras ukuran 15 Kg di Nabire berkisar antara Rp. 200.000 hingga Rp. 250.000. Sementara di Jayapura satu karung dengan kemasan yang sama Rp. 600.000.
Sehingga untuk meningkatkan kwalitas sagu yang memiliki nilai ekonomi tinggi, maka tanaman sagu yang tadinya dipanen kalau sudah tua tanpa dilakukan perawatan, sekarang kita mulai tanam dan rawat agar dari hasil yang banyak akan memberikan nilai tambah dalam ekonomi rumah tangga masyarakat.
Dan perlu diingat, tanaman sagu untuk pertama kalinya diperhatikan langsung oleh pemerintah pusat pada tahun 2014 lewat Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian dan Perkebunan RI. Dan untuk Kabupaten Nabire yang ditunjuk adalah Kampung Makimi sebagai contoh.
Katanya, dalam perluasan areal tanaman sagu seluas 50 hektar di Kampung Makimi yang dikelola oleh 25 anggota petani. Lewat kesempatan ini, dirinya berharap, kita sama-sama garap apa yang telah disediakan lewat SDA oleh kita masyarakat yang memiliki SDM untuk hidup yang lebih baik.
Sehingga lokasi tanah 50 hektar yang telah diserahkan itu diharapkan agar diserahkan dengan sepenuh hati. Karena tanaman sagu yang akan ditanam ini bukan untuk orang Dinas Pertanian dan Perkebunan, tetapi semua ini akan dirasakan oleh masyarakat di suatu saat nanti.
Di tempat yang sama, Kepala Kampung Makimi, Matias .Sakwatorey mengatakan, kegiatan perluasan dan pengembangan tanaman sagu di Kampung Makimi ini jika dilaksanakan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab, akan memberikan dan memajukan nilai ekonomi rumah tangga masyarakat.
Sehingga dari 50 orang petani yang akan mengikuti pelatihan ini selama 3 hari diingatkan untuk ikut pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Funa mendapatkan pengetahuan tambahan yang selanjutnya akan dipraktekan di lapangan pada kegiatan penanaman atau perluasan dan pengembangan sagu di wilayah Kampung Makimi. (des)
Bagikan artikel ini



