Lulusan SMK Diharapkan Miliki 3 Target Utama
NABIRE - Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua Yulianus Kuayo ketika hadir dan membuka secara resmi kegiatan Peluncuran Produk T
Bagikan
NABIRE - Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua Yulianus Kuayo ketika hadir dan membuka secara resmi kegiatan Peluncuran Produk Technopark SMK Negeri 2 Nabire pada Kamis (18/10) mengatakan, lulusan SMK di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang diharapkan memiliki 3 target utama, yakni harus memiliki ilmu pengetahuan, skill /ketrampilan dan memiliki karakter yang baik.Karena diharapkan setelah lulus SMK sudah harus mandiri dengan menciptakan lapangan kerja bagi dirinya dan juga orang lain yang berada di sekitarnya. Untuk itu, lulusan SMK harus mempunyai target dan berkualitas dengan demikian dari kegiatan peluncuran produk technopark kita sudah melatih anak-anak untuk bisa mandiri dalam ketrampilan.Sehingga kedepan dalam pengembangan SMK di 5 wilayah adat Papua harus difokuskan dan mengangkat potensi Sumber Daya Alam (SDA) di masing-masing kabupaten/kota dan kegiatan peluncuran produk technopark ini meruapakan salah satu tujuan dari kemajuan pendidikan kejuruan atau keahlian di tanah ini.Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Daniel Maipon, SSTP dalam sambutannya mengatakan, jika SMK selalu hadir dengan motto SMK hebat dan SMK bisa, ini harus pula berjalan sesuai perkembangan dan perubahan zaman, karena saat ini lulusan SMK semakin banyak tetapi ketersediaan lapangan kerja tidak tersedia.Dengan demikian lulusan SMK yang tidak bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT), diharapkan sudah harus dapat menciptakan lapangan kerja bagi dirinya agar hasil yang didapat menopang akan kehidupannya kearah yang lebih baik, karena lulusan SMK sudah dapat memiliki tiga target utama, yaitu,pengetahuan, ketrampilan dan berkarakter.Perlu diketahui oleh semua SMK yang ada di wilayah Kabupaten Nabire, bahwa secara struktural SMA dan SMK telah menjadi tanggung jawab atau kewenangan Pemerintah Provinsi Papua, namun ada beberapa hal yang belum dicabut dan masih ada di kabupaten, seperti pembagian Dana Otonomisasi Khusus (Otsus) yang masih ada dan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Nabire. (des)
Bagikan artikel ini



