Lokakarya ART dan Pengobatan LKB-SUFA, Ditutup
NABIRE - Lokakarya percepatan dan penguatan ART untuk pencegahan dan pengobatan melalui Layanan Komprehensif Berkesinambungan Strategi Pengunaan ART (LKB-SUFA) yang digelar di guest house, Jumat (31/10) telah ditutup. Acara penutupan dihadiri Asisten II Setda Nabire, I
Bagikan
NABIRE - Lokakarya percepatan dan penguatan ART untuk pencegahan dan pengobatan melalui Layanan Komprehensif Berkesinambungan Strategi Pengunaan ART (LKB-SUFA) yang digelar di guest house, Jumat (31/10) telah ditutup.
Acara penutupan dihadiri Asisten II Setda Nabire, Ir. Sukadi, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Ketua dan Sekretaris KPA Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori, narasumber, tamu undangan dan peserta lokakarya.Bupati Isaias Douw, S.Sos dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Setda Nabire, Ir. Sukadi, mengatakan, dalam rangka mengikuti penutupan lokakarya percepatan dan penguatan ART untuk pencegahan dan pengobatan melalui LKB-SUFA, sebagai upaya penanggulangan penularan HIV/AIDS di Kabupaten Nabire.“Sebagaimana yang telah saya kemukakan pada pembukaan kegiatan ini, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan jejaring kerja dan prosedur pelaksanaan dalam kerangka layanan komperensif berkesinambungan untuk percepatan penggunaan ART sebagai pengobatan dan pencegahan penularan Hiv/Aids di Kabupaten Nabire,” tuturnya. Dikatakan, HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup umat manusia dan pembangunan pada umumnya. Sebab hingga saat ini belum ditemukan obatnya, dan hanya bisa dilakukan dengan upaya pencegahan yang dikenal dengan penggunaan ART. Karena itu diperlukan berbagai upaya pendukung, yakni melalui peningkatan pemahaman kita dalam memberantas laju penyebarannya. Kegiatan ini merupakan langkah terkait dengan upaya tersebut. Dan selama dua hari ini, para peserta menguras tenaga dan pikiran untuk membicarakan serta membahas hal–hal terkait dengan upaya pencegahan dan pemberantasan penyebaran HIV/AIDS. Tentunya para peserta juga telah dibekali dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman. Maka hal penting yang harus dilakukan adalah mengevaluasi kembali berbagai upaya yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Nabire untuk dijadikan sebagai acuan kedepan.“Saya yakin bahwa selama dua hari ini, tentunya telah menghasilkan kesepahaman kita semua yang telah dirumuskan baik melalui program maupun kebijakan yang nantinya dijadikan sebagai dasar kita untuk melaksanakan upaya pencegahan penularan HIV/AIDS di daerah ini. Saya berharap agar apa yang telah disepakati atau dirumuskan, hendakanya dapat ditindak lanjuti agar tingkat penularan HIV/AIDS di daerah ini dapat diturunkan, bahkan bila perlu Kabupaten Nabire menjadi daerah yang bebas HIV/AIDS. Menuju terwujudnya masyrakat Nabire yang berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri,” tuturnya.Pada kesempatan itu, bupati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik penyelenggara, peserta dan para narasumber atas terselenggaranya kegiatan ini menjadi motifasi dan semangat kita untuk terus meningkatkan kebersamaan dan untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat Nabire yang lebih baik. (modes)
Bagikan artikel ini



