NABIRE - Logistik Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 Kabupaten Nabire, Jumat (4/4) pukul 13.00 Wit mulai didistribusikan ke masing-masing distrik. Pendistribusian logistik Pileg dilakukan KPU Kabupaten Nabire, melalui pihak ketiga atau rekanan pemenang tender pendistribusian logistik Pemilu untuk wilayah Kabupaten Nabire, yakni CV. Caezar Tunggal. Pendistribusian logistik Pileg tahun 2014 untuk wilayah Kabupaten Nabire disaksikan langsung Muspida Nabire, antar lain, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.IK., M.Si., Dandim 1705/Paniai, Letkol. Inf. Rudy Jayakarta Runtuwene, Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, T. Banjar Nahor, SH. Selain itu, Ketua KPU Kabupaten Nabire, Petrus Rumere, S.Sos dan Sekretaris Kabuaten Nabire, Maichel Mote, SH., M.Hum juga hadir pada saat pendistribusian logistik Pemilu 2014, mulai didistribusikan ke PPD.     Sebelum pendistribusian logistik Pileg dilakukan oleh KPU Kabupaten Nabire melalui CV. Caezar Tunggal, terlebih dahulu dimulai dengan penyerahan logistik Pemilu dan penandatanganan berita acara serah terima logistik dari KPU Kabupaten Nabire kepada pihak ketiga, selanjutnya disaksikan oleh Muspida Kabupaten Nabire.Dalam sambutan singkat Bupati Isaias Douw, S.Sos sebelum pendistribusian dilaksanakan, dirinya mengatakan, pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014, merupakan agenda nasional, sehingga perlu diamankan oleh semua warga masyarakat kabupaten Nabire. Hal-hal yang nantinya terjadi, baik di tingkat PPD maupun TPS, harus diselesaikan di masing-masing wilayah. Dirinya selaku Bupati Nabire meminta kepada aparat keamanan untuk bisa mengamankan dan menjaga, serta mengawal pendistribusian logistik, sampai selesainya pencoblosan dan dibawa kembali ke KPU Kabupaten Nabire. “Saya minta kepada pihak keamanan TNI/Polri, selalu melakukan koordinasi, baik dari PPD, PPS, Panwaslu, kepala-kepala distrik dan pihak keamanan. Saya tidak mau ada pihak-pihak lain yang datang dan bikin masalah di tingkat distrik PPD, maupun PPS. Kalau ada masalah segera laporkan supaya pihak keamanan bisa ambil tindakan, saya tidak mau Nabire ada masalah dalam Pemilu,” ungkapnya.Dirinya juga menegaskan, kegiatan Pemilu harus betul-betul diamankan, karena Pemilu merupakan agenda nasional dan harus sukses. Koordinasi antara, PPD,PPS dan Panwas harus ditingkatkan. Sementara itu, Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si mengatakan, dalam pendistribusian logistik yang akan dilakukan oleh KPU Kabupaten Nabire melalui pihak ketiga atau pihak rekanan pemenang tender, harus betul-betul terkawal dengan baik. Bukan hanya TNI/Polri yang mengamankan, tetapi PPD, Panwaslu dan kepala distrik juga ikut bertanggung jawab untuk menjaga logistik Pemilu setelah tiba di PPD dan selanjutnya akan didistribusikan lagi ke PPS, sebelum hari H pelaksanaan. Sebaliknya sesudah pencoblosan berlangsung, tetap akan bertanggung jawab untuk membawanya kembali ke KPU Kabupaten Nabire untuk dilakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten. “PPD adalah pihak yang mengatur, tetapi PPD juga diawasi oleh Panwas dan masyarakat. Jadi hati-hati jangan sengaja untuk melakukan suatu pelanggaran dalam pendistribusian logistik Pemilu sampai kembali lagi ke KPU Kabupaten Nabire nanti. Dan dari pihak keamanan, dalam hal ini personil Polres Nabire juga telah siap untuk melakukan pengawalan dan pengamanan logistik, yang juga akan mendampingi PPD dalam pelaksanaan pendistribusian sampai kembali ke KPU Nabire lagi,” tuturnya.Kata Kapolres, pengawalan dan pendistribusian dilakukan oleh pihak Kepolisian Resor Nabire. Sedangkan pada saat H-1 sampai H+2 Polri akan diback up atau dibantu oleh pihak TNI dalam melakukan pengamanan Pemilu Legislatif 2014 di wilayah Kabupaten Nabire. Dirinya berharap, PPD agar selalu berkoordinasi dengan Panwas, pihak keamanan dan juga saksi-saksi dari Parpol, sehingga Nabire jangan ada masalah dan harus aman dan sukses. (cad)