NABIRE - Karel Misiro melihat kondisi Kota Nabire di sekitar wilayah hutan sepertinya ada penebangan kayu secara liar. Melihat kondisi ini, dirinya mengharapkan agar persoalan ini ditertibkan oleh pihak-pihak dan instansi terkait.Dikatakan Karel Misiro kepada media ini, penebangan kayu secara liar sampai saat ini belum dikontrol. Pihaknya dari LMA menegaskan hal ini akan membawa dampak buruk bagi orang-orang Papua yang ada di lingkungan hutan baik di pinggiran sungai ataupun di pegunungan. Dirinya selaku Ketua LMA minta kerjasama antara pihak-pihak terkait salah satunya kiri kanan yang memegang peranan penting sesuai teknisnya. Ditegaskannya, selama ini sistim transaksi antara pengusaha kayu dan hak ulayat harus melihat kedepan. Pasalnya kalau hanya penebangan secara sembarang dan bayar membayar kepada orang yang tidak mengerti atau warga awam di lingkungan hutan hanya seribu dua ribu saja mereka terima, tetapi dampaknya kalau terjadi bencana mereka juga yang terima musibahnya. Oleh sebab itu, pengusaha yang memiliki operator sensor segera melaporkan diri ke pihak–pihak terkait agar mereka bisa tahu dimana kayu-kayu yang layak ditebang dan mana yang tidak layak ditebang.Karel Misiro mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerjasama menertibkan penebangan liar di wilayah hutan. Hal ini disampaikan bukan saja untuk kepentingan pribadi, namun dirinya melihat barometer kedepan bahwa Papua jangan dijadikan lahan subur, tapi harus dijadikan zona damai. (ist)