NABIRE – Terkait polemik Surat Keputusan (SK) atau bisa disebut rekomendasi unsure Pimpinan Dewan (Pimwan) DPRD Kabupaten Nabire dari Partai Kebangkitan Bangsa yang hingga kini masih tanda tanya, ditanggapi salah satu anggota dewan Nabire, meskinya kedua belah pihak harus berjiwa besar alias ‘legowo’. Dikatakan Linus Doo,SE, anggota DPRD Nabire dari PKB Dapil 2 Nabire, kedua orang yang dikabarkan mendapat rekomendasi dari dewan syuro Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB yakni Mathen Douw dan sementara SK Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB yang menunjuk saudari Naomi Kotouki, mereka ini semestinya selaku anggota DPRD Nabire dari satu partai, semestinya sama-sama melihat bagaimana kedepan terkait kemajuan partai itu sendiri. Dampaknya bagaimana, bukan malah, lanjutnya, saling mempertahankan diri ataupun untuk ego masing-masing. “Kalau menurut saya semestinya mereka dua duduk bersama-sama untuk menyelesaikan masalah tersebut bersama pengurus yang ada, baik ditingkat DPC, wilayah (DPW) maupun hingga ke DPP. Kalau sudah kayak begini bagaimana,” ujarnya.Diakui Linus, saat ditemui media ini Senin (4/5) siang, usai diskornya rapat internal DPRD, dirinya juga sebelumnya ada SK DPP PKB yang menunjudirinya sebagai unsur Pimwan dari PKB, namun selanjutnya keluar lagi SK yang menunjuk saudari Naomi Kotouki mengantikan dia. Terkait itu, dirinya legowo. Dan ketika kita bisa soal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai semua tentu telah diatur didalamnya. Tinggal bagaimana kita sama-sama membijaksai dengan pemikiran yang jernih dan legowo demi keterwakilan rakyat kepada kita selaku anggota DPRD Nabire.Untuk itu, imbuh Linus Doo, kita harus bisa berjiwa besar dengan pikiran yang jernih dan baik. Dan kalau masalah kita dapat selesai dengan baik-baik tentunya selaku wakil rakyat pasti akan dilihat juga. Sehingga dirinya berharap persoalan tentang SK atau rekomendasi ganda Pimwan ini dapat diselesaikan dengan baik. (wan)