Lince Iyai, S.Kep : Cari Solusi Jika Stok Obat Habis
NABIRE - Kepala Puskesmas Samabusa, Lince Iyai, S.Kep, menanggapi pemberitaan edisi Jumat (13/3) lalu dengan judul “Stok Obat di Pustu Rawawudo Habis.” Jika terjadi kekosongan stok obat, kata Lince Iyai, perlu adanya upaya untuk mencari solusi. Agar pelayanan kesehatan terh
Bagikan
NABIRE - Kepala Puskesmas Samabusa, Lince Iyai, S.Kep, menanggapi pemberitaan edisi Jumat (13/3) lalu dengan judul “Stok Obat di Pustu Rawawudo Habis.” Jika terjadi kekosongan stok obat, kata Lince Iyai, perlu adanya upaya untuk mencari solusi. Agar pelayanan kesehatan terhadap warga yang membutuhkan pelayanan akan tetap berjalan.
Berbicara soal kehabisan stok obat, kata Lince, dirinya di Puskesmas Samabusa sering mengalami hal itu. Hal ini dikarenakan Puskesmas Samabusa merupakan daerah transit, disana ada pelabuhan laut, juga ada warga dari berbagai wilayah yang datang berobat di Puskesmas Samabusa. Jumlah pasien yang bertambah ini berpengaruh terhadap stok obat di Puskesmas Samabusa ini. Hanya saja, saat stok obat sempat habis, ini tidak membuat terhentinya pelayanan di Puskesmas Samabusa. Namun pelayanan kesehatan terus diberikan oleh para tenaga medis di Puskesmas Samabusa kepada para pasien.“Jika stok obat habis tapi kami tidak stop kerja. Solusi kami buat sito permintaan obat sito segera ke gudang farmasi. Kami juga biasa beli obat menggunakan dana operasional 10% khusus obat dan bahan habis pakai. Dan khusus untuk Puskesmas juga ada dana dari BPJS yang bisa kami belanjakan dari dana 30%,” tuturnya.Ditanya soal jumlah obat, jelasnya, obat yang turun dari IFK (Instalasi Farmasi) berdasarkan jumlah penyakit atau jumlah kunjungan pasien. Obat-obat ini dibagi ke 1 Puskesmas dan 2 Pustu termasuk Pustu Rawawudo disesuaikan dengan sisa stok obat Puskesmas, Pustu dan Poskeskam.Dikatakan Lince, Pustu dan Poskeskam juga mendapatkan dana operasional yang bersumber dari dana Otsus melalui Dinas Kesehatan. Dari dana yang sudah ditentukan oleh dinas itu, 10% dana operasional bisa digunakan untuk membeli obat.“Ada solusi yang bisa dilakukan ketika kita kehabisan stok obat. Tetapi kenapa sampai terjadi fakum di Rawawudo ? Saya menilai petugas disana tidak bisa mengambil alternatif solusi,” ujarnya.Dirinya mencontohkan apa yang telah dilakukan oleh petugas di Poskeskam Air Mandidi. Ada solusi yang dilakukan di Air Mandidi sehingga tidak kurang stok obat. “Petugas Pustu Rawawudo bisa belajar dari petugas di Poskeskam Air Mandidi supaya pelayanan tetap stabil dan masyarakat bisa terlayani,” ujarnya.Terkait pemberitaan yang lalu, dirinya berharap ke depan jika ada pemberitaan bisa dilakukan klarifikasi terhadap pihak terkait sebelum berita dipublikasikan. “Jaman sekarang bukan jaman kuno, yang harus lewat surat menyurat. Ada nomor HP yang bisa dihubungi kenapa petugas dari media ini tidak bisa komunikasi lewat HP. Kedepan jika ada informasi pemberitaan kami berharap bisa dikonfirmasi terlebih dahulu,” ujarnya. (ros)
Bagikan artikel ini



