NABIRE - Melihat kalender pendidikan maupun kalender libur vakutatif yang berlaku di wilayah Provinsi Papua, sesungguhnya terlihat banyak liburan yang hanya membebankan peserta didik dalam penyelesaian atau penuntasan kurikulum yang berlaku di semua jenjang satuan pendidikan.Sehingga diharapkan kepada semua kepala sekolah dimulai dari SD hingga SMA dan SMK yang ada di wilayah Kabupaten Nabire agar dapat mengejar target kurikulum di semester ganjil dan selanjutnya pada semester genap, karena kondisi liburan–liburan kecil yang bermunculan pada kalender pendidikan maupun kalender fakutatif Papua dapat dinilai akan membebani anak dalam penuntasan kurikulum.“Jika guru dapat menghamburkan pengetahuan atau ilmu begitu saja, tidak mungkin dipahami anak dan pada akhirnya anak tidak tuntas dalam belajar, sehingga diharapkan dapat mengurangi hari–hari libur yang tidak bermanfaat, karena dinilai hanya merugikan anak atau peserta didik pada penuntasan kurikulum”. Demikian dikatakan salah seorang guru SMK yang enggan namanya dikorankan kepada Papuapos diawal pekan lalu.Seraya menambahkan, jika kurikulum itu dapat diselesaikan berdasarkan ketentuan berdasarkan jadwal dan kalender dan benar–benar dipahami peserta didik, tidak mungkin pada akhir semester guru kembali melaksanakan kegiatan remedial atas pelajaran yang tidak tuntas.Sehingga diharapkan untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Nabire secara khusus dan Provinsi Papua secara umum, hanya dengan membatasi liburan–liburan yang ada di kalender pendidikan nasional maupun kalender fakutatif yang kini sedang berlaku di tanah Papua, dengan menata ulang jumlah hari efektif belajar.Sebab kurikulum boleh dikejar berdasarkan kalender pendidikan oleh semua guru mata pelajaran atau bidang studi, tetapi yang kita harus pahami bersama, apakah dengan penuntasan kurikulum itu anak atau peserta didik juga sudah tuntas dalam memahami pengetahuan atau tidak?, karena tujuan pendidikan nasional itu untuk mencerdaskan anak bangsa.Untuk itu, ajaknya marilah kita kembali menata ulang semua hari–hari libur yang ada di kalender pendidikan nasional maupun kalender libur khusus Papua agar anak tuntas dalam pengetahuan melalui kurikulum yang diajarkan guru dan pada akhirnya generasi bangsa ini bisa pintar, cerdas dan berkarakter. (des)