Lewat Media, Satuan Lalulintas Terus Berupaya Kurangi Angka Kecelakaan
NABIRE - Ukuran keberhasilan dalam berlalulintas di jalan raya, tidak dapat dilihat dari jumlah kendaraan yang ditahan atau ditilang oleh Satuan Lalulintas Polres Nabire. Tetapi bagaimana kita bisa menimbulkan kesadaran berlalulintas itu di masyarakat. Oleh karena itu, sela
Bagikan
NABIRE - Ukuran keberhasilan dalam berlalulintas di jalan raya, tidak dapat dilihat dari jumlah kendaraan yang ditahan atau ditilang oleh Satuan Lalulintas Polres Nabire. Tetapi bagaimana kita bisa menimbulkan kesadaran berlalulintas itu di masyarakat. Oleh karena itu, selain melakukan langkah preemtif di lapangan, Polres Nabire melalui Satuan Lalulintas tetap akan terus melakukan himbauan baik di media cetak maupun media sosial. Sehingga masyarakat lebih peduli dengan keselamatan dalam berkendara di jalan raya. Demikian dikatakan Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa melalui Kasat lantas Polres Nabire, AKP Samuel D. Tatiratu, S.IK, Selasa (5/7).
Kata Kasat, bagi setiap warga masyarakat maupun para pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, apabila melihat ada kejadian kecelakaan lalulintas di jalan raya, agar sesegera mungkin melapor kepada pihak Kepolisian untuk segera di tindak lanjuti. Kemudian, jika memang korban laka lantas tersebut perlu pertolongan segera untuk di bawa ke Rumah Sakit, masyarakat juga bisa membantu untuk membawa ke Rumah Sakit. Kemudian, setelah melakukan pertolongan kepada Korban, masyarakat juga bisa dan bersedia untuk menjadi saksi, karena selama ini banyak kasus lakalantas yang tidak terselesaikan karena, minimnya saksi di lapangan pada saat terjadinya lakalantas. Sehingga, saksi itu kebanyakan dari petugas lalulintas itu sendiri.
“Karena minimnya saksi, hal ini juga yang menjadi kendala kita pada saat terjadinya laka tunggal beberapa waktu lalu di Jalan Merdeka hingga pengendara meninggal dunia akibat benturan keras yang dialami korban di bagian kepala saat melaju kencang dan menabrak pagar Tugu Tinggal Landas. Tapi tidak ada yang jadi saksi, malah banyak yang berkomentar di media justru menyalahkan Polisi karena korban tersebut katanya meninggal karena di tembak Polisi, ini kan aneh, tidak mau jadi saksi tapi malah berkomentar dan memfitnah Polisi lagi,” cetusnya.
Dirinya juga selaku Kasat lantas meminta, kepada semua warga masyarakat, pihak media, agar tidak memberikan komentar yang tidak sesuai dengan fakta, dan jangan takut untuk menjadi saksi ketika memang ada warga masyarakat yang melihat kejadian tersebut. Dan kepada pihak media juga, agar sebelum menaikkan berita untuk konsumsi publik ataupun kejadian apapun terlebih dahulu mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak berwajib, bukan langsung di naikkan begitu saja tanpa konfirmasi yang jelas, bahkan dari sumber pemberitaan tersebut juga tidak jelas. Intinya,bahwa setiap pemberitaan harus dapat dipertanggung jawabkan. (cad)
Bagikan artikel ini



