NABIRE - Bertempat di aula SMA Negeri 3 Nabire, Jumat (30/9) telah dilangsung acara lepas sambut Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 3 Nabire dari pejabat lama Drs. Datner Marpaung kepada pejabat baru Aser Bawotong, S.Pd.,M.Pd. Lepas sambut Kepsek ini berjalan penuh hikmat dan bersahabat, karena dihadiri oleh seluruh mantan Kepsek SMA dan dewan guru SMAN 3 Nabire serta penyerahan bingkisan kasih.Mantan Kepsek SMAN 3 Datner Marpaung selama kurang lebih 12 tahun menjabat telah dinilai banyak berbuat bagi SMAN 3 dan membangun hubungan baik bersama orang tua murid maupun masyarakat sekitar sekolah dan selalu bukan memerintahkan bawahan akan tetapi dirinya lebih duluan bekerja dan selanjutnya diikuti oleh bawahannya.Sehingga pada acara lepas sambut ini, selaku mantan Kepsek 12 tahun di SMAN 3 Nabire meminta kepada dewan guru agar selalu kerja kompak, karena SMAN 3 Nabire akan menjadi salah satu SMA Model di Kabupaten Nabire. Untuk itu, Marpaung mengajak semua dewan guru harus siap, karena tidak lama lagi SMAN 3 menjadi sekolah model dan ini harus diterima dengan baik.Dan boleh dikatakan Datner Marpaung sebagai salah satu orang guru perintis bersama delapan (8) orang guru lainnya yang sebagai guru pertama SMAN 3 Nabire. Dimana dirinya membangun hubungan kerja sama yang baik bersama keluarga pemilik tanah U. Marey hingga berdirinya SMAN 3 Nabire dan kini sudah tamat 10 angkatan.Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepsek SMA N 3 Nabire yang baru Aser Bawotong,S.Pd,M.Pd dalam sambutannya mengatakan, minta dukungan dari semua pihak terutama dewan guru dan anak-anak murid, karena dirinya akan berbuat sesuatu jika ada dukungan dan keberhasilan yang dicapai itu pula keberhasilan kita bersama.Untuk itu, selaku Kepsek yang baru berjanji akan bekerja sama dengan dewan guru, ketua komite dan masyarakat peduli pendidikan bersama semua anak-anak murid. “Ini sekolah besar yang memiliki murid terbanyak setelah SMAN 1 Nabire, sehingga dalam melaksanakan tugas ini tentu pula butuh dukungan dari mantan kepala sekolah SMA N 3 Datner Marpaung, dewan guru dan pihak berkompeten lainnya,” imbuhnya. (des)