NABIRE - Untuk mengurangi resiko salah penulisan ijazah peserta didik yang telah tamat atau lulus dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD/Mi), SMP/MTs dan SMA/MA serta SMK di Kabupaten Nabire, sebaiknya penulisannya dikembalikan ke sekolah masing–masing.Sebab sistim penulisan yang selama ini dilakukan oleh pusat secara langsung mencetak dan menuliskan nama serta biodata lain pada ijazah peserta didik, banyak sudah mengalami kesalahan baik pada nama anak, tanggal lahir dan tahun, kurang huruf dan nama orang tua juga banyak kesalahan.Sehingga untuk mengurangi atau meminimalisir jumlah salah tulisan biodata anak di ijazah maupun Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), sebaiknya penulisan pada Blangko Ijazah dan SKHUN dapat dikembalikan penulisannya ke sekolah masing-masing.Demikian di katakan salah satu orang tua murid yang enggan namanya dikorankan kepada Papuapos Nabire, Selasa (24/7), di seputar halaman Dinas Pendidikan Kabupaten seraya menambahkan, jamannya kami sekolah di SD, SMP dan SMA kala itu penulisan ijazah dapat dikembalikan ke sekolah dan tidak terdapat adanya kesalahan.Namun berdasarkan data yang kami dengar selaku orang tua murid, setelah penulisan nama dan biodata lain diambil alih pusat, setiap tahun pasti ada puluhan ijazah maupun SKHUN yang salah dan dikembalikan ke pusat untuk dilakukan perbaikan.Sehingga dengan langkah demikian, selaku orang tua melihat ini bukan saja kemajuan dalam dunia pendidikan tetapi pendidikan semakin mundur, karena banyaknya kebijakan–kebijakan pusat yang turun membebani pihak sekolah di daerah. Untuk itu, disarankan kepada seluruh kepala dinas, kepala bidang harus memberikan masukan ini kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua dan selanjutnya disampaikan lagi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia di Jakarta. (des)