Kuota Program Aprimasi Adik Diberikan Pusat Tak Sama Jumlah Pelamar
NABIRE - Kuota atau jatah program Aprimasi Adik bagi lulusan SMA/MA dan SMK untuk mendapatkan biaya bantuan studi ke Perguruan Tinggi (PT) y
Bagikan
NABIRE - Kuota atau jatah program Aprimasi Adik bagi lulusan SMA/MA dan SMK untuk mendapatkan biaya bantuan studi ke Perguruan Tinggi (PT) yang ada di luar Papua, tidak sama dengan jumlah pelamar yang kini sudah terdaftar sebanyak 320 orang murid SMA/MA dan SMK yang baru saja menyelesaikan ujian akhir.Untuk itu, pada arahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Daniel Maipon, SSTP pada Senin (16/4) di Aula Dinas Pendidikan meminta agar semua peserta harus belajar dengan baik untuk bisa mencapai hasil atau nilai yang memuaskan dan bisa masuk sebagai peserta Aprimasi Adik dari Kabupaten Nabire.Sehingga bagi peserta yang akan lulus masuk pada program Aprimasi Adik dari Kabupaten Nabire, perlu diingatkan bahwa, pemerintah pusat melalui program Aprimasi Adik ini hanya bisa membiayai kalian selama 4 tahun sudah harus selesai kuliah atau lulus.Dan apabila bagi peserta Aprimasi Adik yang tidak bisa selesaikan pendidikan sesuai ketentuan waktu kuliah yang ada, resiko dapat ditanggung sendiri oleh mahasiswa dan mahasiswi tersebut bersama orang tua.Selain itu, bagi yang lulus program Aprimasi Adik juga diharapkan untuk selalu menjaga kesehatan dan juga pergaulan di luar sana saat kuliah, karena di Nabire sudah 7 tahun mengikuti program Aprimasi Adik, tercatat ada yang tidak sanggup pulang dan juga ada yang buat surat pengunduran diri ke pihak Kampus dan kembali bersama orang tua.Maka dengan jumlah kuota kita yang sangat terbatas melebihi jumlah pelamar atau pendaftar bagi yang akan lulus dan diterima sebaiknya punya komitmen yang kuat untuk tetap kuliah hingga selesai dengan baik dan membawa pulang gelar dan ijazah sarjana kepada orang tua dan masyarakat di daerah ini.(des)
Bagikan artikel ini



