NABIRE - Perseroan Terbatas Pusaka Dewa Kresna (PT. PDK) merayakan HUT ke-10, Selasa (21/4) kemarin. Wakil Bupati Nabire, Mesak Magai,S.Sos.,M.Si, dalam sambutannya mengatakan, kualitas hasil kerja PT. Pusaka Dewa Kresna diakui oleh lapisan masyarakat. Hal itu diungkapkan Wabup Mesak yang berkisah saat pulang kampung dan bertemu dengan masyarakat. Dikatakan Wabup Nabire, pembangunan di Papua tidak lepas dari peran serta pengusaha kontruksi tak terkecuali PT. Pusaka Dewa Kresna. Bahkan PT. Pusaka Dewa Kresna merupakan perusahaan terbesar di Nabire telah banyak membantu pemerintah utamanya dalam membangun sarana jalan yang menghubungkan kabupaten-kabupaten di wilayah tengah, mulai Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Kabupaten Mimika.Dikemukakan Wabup, percepatan pembangunan di Papua dibagi dalam 5 (lima) zona atau lima titik sentral atau lima kota besar dilihat oleh Pemerintah Provinsi Papua maupun Pusat. Di Papua bagian selatan, pusat percepatan atau sentral pembangunan ada di Merauke, Papua bagian kepulauan ada di Bika, bagian pegunungan di Wamena, Jayapura dan di bagian wilayah tengah ada di Nabire.“Mengapa Nabire dikatakan sentral, karena bagian timur Nabire ada Kabupaten Waropen, di bagian barat ada Teluk Wondama dan Kaimana, sementara di belakang Nabire ada 6 - 7 kabupaten, sehingga aktivitas pemerintahan, baik membangun infrastruktur, sarana pendidikan dan kesehatan, ekonomi, itu berpusat di Nabire,” tuturnya.Sebagai daerah sentral, Nabire harus steril, aman, damai, tentram dan kondusif untuk melakukan segala aktivitas dan berkarya guna memenuhi kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan.Wabup Mesak menuturkan, pada tanggal 21 April 2010 (sebelum dilantik sebagai wakil Bupati Nabire) diundang oleh PT. Pusaka Dewa Kresna dan dalam kesempatan itu memberikan sambutan pertama sebagai Wakil Bupati walaupun belum dilantik (dilantik tanggal 4 Mei 2010), dan saat ini menyisakan waktu 13 hari akan meletakkan jabatan, ditanggal yang sama (21 April 2015) kembali diundang oleh Pimpinan PT. Pusaka dewa Kresna I Dewa Gde Sukewati dan kembali memberikan sambutan.“Bila dulu saya memberikan sambutan perdana sebagai wakil bupati walaupun belum dilantik, saat ini saya juga memberikan sambutan terakhir di masa 13 hari menjelang berakhirnya masa jabatan saya sebagai Wakil Bupati Nabire,” ungkapnya.“Terima kasih Pak Dewa, karena di tanggal 21 April 2010 saya memberikan sambutan perdana, dan di hari ini di tanggal yang sama saya juga diundang untuk memberikan sambutan yang terakhir kali,” tandasnya.Terkait kiprah dan hasil yang telah diperlihatkan oleh PT. Pusaka Dewa Kresna, Wabup Mesak menyatakan, fakta sudah nyata dan jelas. Bukan hanya sebagai perusahaan untuk menjawab berbagai kebutuhan dalam berkarya dalam hal pembangunan, PT. Pusaka Dewa Kresna juga berkiprah untuk mencetak sumber daya manusia bagi Papua khususnya di wilayah tengah.“Umur PT. Pusaka Dewa Kresna baru 10 tahun, namun kiprah dan kualitas  hasil yang telah diperlihatkan begitu nyata dan jelas. Hasil kerja PT. Pusaka Dewa Kresna dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Nabire khususnya umumnya Papua.“Saat saya pulang ke kampung ada masyarakat bilang, ini jalan besar ini jalan tolnya Pak Dewa, saya balik tanya karena jalan tol hanya ada di kota-kota besar, jalan tol itu apa, dia jawab ach itu Dewa pu jalan. Saya tanya lagi, kalau dalam kota itu jalan tol bukan, dia jawab ach itu bukan,” tuturnya.“Inilah kualitas hasil karya PT. Pusaka dewa Kresna yang nyata dirasakan oleh masyarakat di kampung-kampung. Terima kasih Pak Dewa,” ujar Wabup seraya diakuimnya, dengan minimnya dana APBD, Pemerintah Kabupaten Nabire tidak akan mungkin mampu membangun seluruh kebutuhan masyarakat, namun karena didorong oleh dukungan-dukungan pihak lain, oleh perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di bidang kontraktor, penggalian potensi sumber daya alam, maka masyarakat dapat merasakan manfaatnya.“Kita tidak mampu membangun seluruh kebutuhan masyarakat, namun karena Nabire merupakan sentral/pusat yang dibelakangnya terdapat kabupaten-kabupaten lain sehingga banyak pengusaha yang beraktivitas di Nabire sehingga masyarakat Nabire dapat hidup layak,” tuturnya.Kata Wabup Mesak, besarnya potensi alam Nabire mampu meredam gejolak yang dialami daerah lain diluar Nabire. Seperti terjadinya krisis moneter tahun 1997 dan saat ini kenaikkan harga BBM, yang sama sekali tidak mempengaruhi masyarakat Nabire.“Biar Rp.10 ribu atau Rp.100 ribu bensin perliter tidak apa-apa yang penting BBM sampai ke kampung saya,” kata Wabup mengutip peryataan masyarakat kampung.Lanjutnya, PT. Pusaka Dewa Kresna, patut dijadikan contoh pasalnya, perusahaan itu hidup dan beraktivitas di Nabire. Banyak perusahaan yang hanya bekerja di Nabire tetapi hasilnya dibawa keluar Nabire. PT.Pusaka Dewa Kesna hidup mati di Nabire.PT. Pusaka dewa Kresna juga mampu melihat masyarakat utamnya pengusaha Papua dengan memberikan sub-sub yang padahal mereka mengharap pekerjaan dari pemerintah daerah, sehingga masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraannya. “Atas nama pribadi dan pemerintah serta masyarakat Kabupaten Nabire, saya mengucapkan selamat merayakan HUT yang ke-10 bagi PT. Pusaka Dewa Kresna,” pungkasnya. (iing elsa)