NABIRE - Kegiatan Konsultasi Publik (KP) dalam rangka Rancangan Blok Taman Wisata Alam (TWA) Nabire, yang dilaksanakan Senin (16/11) kemarin bertempat di Hotel Mahavira, ditutup secara resmi oleh  pemerintah daerah, diwakili Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Provinsi Papua, S. Christian Mambor, S.Hut. Memperhatikan arahan Penjabat Bupati Nabire yang disampaikan oleh Asisten I Setda Nabire dan Kepala Balai Besar KSDA Papua yang diwakili oleh Kepala Bidang Teknis serta hasil diskusi dalam konsultasi publik, maka disimpulkan beberapa hal diantaranya, pertama, Taman Wisata Nabire merupakan salah satu kawasan konservasi berupa keinidahan alam dan anekaragaman flora dan faunanya yang perlu dikelola dan dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan dan berdampak luas untuk kesejateraan masyarakat serta pembangunan Kabupaten Nabire pada khususnya dan Provinsi Papua pada umumnya dengan tetap menjaga kelestariannya.Kedua, menerapkan pola pengelolaan terpadu dan berkelanjutan yang berbasis ekosistem, kearifan local, adat dan kesejahteraan masyarakat di Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire. Ketiga, penataan Blok TWA Nabire di Distrik Teluk Kimi sesuai fungsinya disepakati terbagi menjadi 4 Blok pengelolaan, yaitu Blok Perlindungan, Blok  Pemanfaatan, Blok  Khusus dan Blok Rehabilitasi, untuk mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan sebagaimana peta blok terlampir disertai penjelasannya. Keempat rumusan yang dihasilkan, berdasarkan hasil diskusi dalam konsultasi publik, para pihak mendukung dan menyetujui Blok Pengelolaan Taman Wisata Alam Nabire sebagai dasar bagi pengembangan dan pengelolaan TWA Nabire di Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire. (modes)