NABIRE – Persoalan jaringan telekomunikasi telepon seluler hingga kini masih dirasakan sejumlah warga yang bermukin di sejumlah titik di wilayah Nabire ini. Belum maksimalnya jaringan di wilayah Nabire, terkadang membuat konsumen merasa kecewa. Mereka yang kecewa ternyata masih harus menunggu waktu, kapan jaringan telepon seluler ini akan lebih berkualitas. Salah seorang konsumen Telkomsel yang ditemui di seputaran Malompo juga menyampaikan keluhannya terkait soal jaringan telepon seluler. Dia mengaku sering stres ketika melakukan komunikasi melalui telepon seluler. Lantaran kualitas suara yang tidak jernih, bahkan terkadang dirinya mengaku susah melakukan panggilan telepon maupun ketika mengirim pesan pendek.“Terus terang saya sering kali merasa kecewa ketika berkomunikasi dengan telepon seluler di sini. Jaringan tidak stabil jadinya susah berkomunikasi. Jangankan mau koneksi internet, untuk menelepon saja terkadang susah tembus,” ujarnya kepada media ini, Jumat (22/4) kemarin.Dirinya mengharapkan operator telepon seluler Telkomsel bisa segera meningkatkan kualitas jaringannya. Dari informasi yang sempat didengar jika di wilayah Nabire ini kapasitas jaringan sudah tidak sebanding dengan banyaknya jumlah konsumen pengguna Telkomsel. Jika benar demikian, kenapa pihak operator tidak menambah kapasitas jaringan yang ada di daerah ini.Persoalan jaringan telekomunikasi ini tentunya bukan hanya masalah yang dialami oleh warga masyarakat biasa. Namun warga yang berprofesi lain bahkan para pegawai di daerah ini juga mengalami hal serupa. Artinya, persoalan ini dialami banyak orang dari berbagai profesi di daerah ini. Dengan kondisi seperti ini, tentunya dibutuhkan andil pemerintah daerah untuk mencari solusi terhadap persoalan jaringan telepon seluler di daerah ini.“Pemerintah daerah perlu berperan aktif, misalnya dengan mengundang pihak dari operator Telkomsel untuk mencari tahu apa kendalanya sehingga masih ada lokasi yang jaringannya belum maksimal. Perlu komunikasi antar pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan ini. Pemerintah daerah juga punya kepentingan dengan jaringan telekomunikasi yang berkualitas,” ujarnya. Sumber lainnya menyebutkan, beberapa waktu lalu telah ada upaya pemerintah daerah untuk mensikapi persoalan jaringan telekomunikasi seluler di daerah ini. Pemerintah daerah sempat membahas soal pembangunan tower microcell yang bisa disewakan kepada operator maupun pihak lain yang ada di daerah ini.“Program ini tentunya nyambung jika digabung dengan pembahasan yang melibatkan pihak operator telepon seluler yang ada di daerah ini. Perlu pertemuan yang melibatkan semua pihak terkait, untuk mencari solusi atas persoalan jaringan di daerah ini. Persoalan ini jangan dibiarkan berlarut-larut, kita sudah tidak sabar untuk bisa terlayani jaringan telepon seluler yang berkualitas,” katanya. (ros)