NABIRE - Bertempat di kediaman Ketua Umumnya, Umar Mustari Zul, SE, Minggu (28/6) Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) Kabupaten Nabire menggelar buka bersama. Buka bersama KKDB dihadiri ratusan kaum muslimin dan muslimat dengan menghadirkan penceramah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire, H.Drs. Muhammad Darwis. Kegiatan itu juga dihadiri Ketua KKSS Kabupaten Nabire, H. Suwarno Majid beserta sejumlah jajaran pengurus KKSS, sejumlah tokoh Sulawesi Selatan dan turut hadir Ketua Muslimat Kabupaten Nabire, Hj. Siti Qomariyyah.Sebelum memasuki acara ceramah inti, kegiatan buka bersama menampilkan Dai Cilik yang baru satu tahun belajar di Mangkosso Sulawesi Selatan yang juga putra dari Ketum KKDB Kabupaten Nabire, Dedi Umar Mustari Zul.Anak yang baru belasan tahun dan baru belajar satu tahun di Mangkosso itu terlihat tidak canggung memberikan ceramah ringan seputar Ramadhan, mengupas ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW dengan lugas dan cerdas.Dalam ceramahnya Dedi Umar Mustari, menyampaikan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan paling mulia diantara bulan-bulan lainnya. Hal itu karena disamping bulan diturunkannya Al-Qur,an, dalam bulan Ramadhan juga tempat dilipat gandakannya pahala kebaikan.Dedi mengutip Surat Al-Qodr, yang secara gambling menyatakan bahwa dalam Bulan Ramadhal ada Malam Laitul Qodar, dimana malam itu lebih baik (berharga) dibanding seribu bulan.“Kenapa ayat itu menyebutkan kata seribu, karena menjadi kebanggan orang-orang arab bila memiliki barang atau hewan sampai seribu, seperti seribu onta dan lain sebagainya. Tetapi malam Lailatul Qodar itu lebih mulia (berharga) dibanding dengan serba seribu itu,” tuturnya.Dedi menyampaikan sebuah Hadits Nabi yang mengatakan saat Ramadhan tiba, maka pintu surga dibuka, pintu neraka  ditutup dan syetan-syetan dibelenggu.Terangnya, hadits itu menerangkan 3 hal pokok. Pertama, pintu surga dibuka dan pasti ada yang membukanya. Yang akan membuka pintu surga adalah memperbanyak sujud di bulan ramadhan. Kedua, pintu neraka ditutup, dan itu ada yang menutupnya. Bahwa yang akan mampu menutup pintu neraka adalah bagaimana menjaga mulut dan kemaluan (syahwat).Ketiga Syetan-syetan dibelenggu. Banyak syetan berkeliaran untuk mengganggu umat yang sedang beribadah, menggangu hati setiap umat yang sedang berpuasa. Namun bila seseorang mampu menahan amarah/emosi saat berpuasa maka itu mampu membelenggu syetan. Perlu Pengakuan Dai Asli NabireTerkait tampilnya Dai belasan tahun Dedi Umar Mustari Zul memberikan ceramah agamanya, UstadzDarwis mengatakan, bahwa sebenarnya potensi Ustadz di Nabire tidak ketinggalan. Oleh karena itu Ustadz Darwis meminta kepada pengurus masjid di Kabupaten Nabire untuk memperhatikan produk Nabire atau Da’i-dai asli Nabire.Selama ini masih lebih memandang ustad atau da’i dari luar Nabire, sehingga potensi yang ada tidak berkembang dan itu berimbas pada kemalasan anak-anak Nabire untuk menuntut ilmu di pondok pesantren, pasalnya kurang mendapat perhatian dan penghargaan.“Saya tidak mengatakan tidak baik mendatangkan penceramah dari luar Nabire, hal itu baik-baik saja, namun yang perlu diperhatikan adalah anak-anak kita di Nabire,” ujarnya.Menurutnya, bila melihat potensi anak-anak Nabire, 2 - 3 tahun kedepan tidak perlu lagi mendatangkan penceramah dari luar, bahkan ada salah seorang putra Nabire yang mondok di Pesantren Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur yang mendapat rangking 2 dan lulus di Universitas Paramadina Jakarta.“Namun kita tidak pernah menghargai dengan memanggilnya ke Nabire. Ini akan mengakibatkan anak-anak Nabire kurang berkembang karena tidak ada penghargaan dan pengakuan, dan anak-anak malas pergi ke pondok pesantren,” ungkapnya.Satu contoh depan kita adalah tampilnya putra Bapak Umar Mustari Zul yang baru satu tahun mondok di Mankosso, tetapi sudah mampu menyuguhkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi sekaligus mengupasnya. UstadzDarwis mengajak untuk menginventarisir produk-produk Nabire sehingga ketika ada sebuah kegiatan mereka akan dipanggil dan bila perlu ditawarkan ke masjid-masjid di Nabire untuk menjadi ustadz dari pada memanggil ustadz dari luar yang tidak jelas asal usulnya.“Yang perlu diperhatikan bahwa ustadz itu harus sesuai dengan tingkah lakunya. Jangan sampai membeli kucing dalam kurang, wujudnya ustadz tetapi tingkah lakunya bertentangan dengan ajaran Islam,” pungkasnya. (iing elsa)