Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah Wafat
NABIRE - Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah, Dr. (HC) Yakobus Muyapa telah wafat pada Jum’at (22/5). Dan kini telah dimakamkan di halaman depan kediamannya, Jalan Sam Ratulangi Nabire.Acara pemakaman kepala suku besar itu, dihadiri oleh hampir seluruh komponen masyarakat,
Bagikan
NABIRE - Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah, Dr. (HC) Yakobus Muyapa telah wafat pada Jum’at (22/5). Dan kini telah dimakamkan di halaman depan kediamannya, Jalan Sam Ratulangi Nabire.Acara pemakaman kepala suku besar itu, dihadiri oleh hampir seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, sejumlah anggota DPRD, para kepala suku, tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda hingga tokoh perempuan.
Prosesi pemakaman tokoh besar Nabire itu, diawali dengan pembacaan riwayat hidup dan karier selama almarhum Yakobus Muyapa berkiprah hingga tutup usia.Hadir dalam acara itu, Plh Bupati Nabire, Drs. Johny Pasande, Kapolres Nabire, AKBP. HR.Situmeang,S.Ik.,MH, Mantan Bupati Paniai, Naftali Yogi,S.Sos, Asisten I, II, II Setda Kabupaten Nabire, Mayor Czi. Jarman mewakili Dandim 1705/Paniai, tokoh politik dan masyarakat Yulian Yap Marey, Kepala Suku Mee Nabire, Edy Tebai, Kepala Suku D3N Nabire, Ayub Wonda, Kepala Suku Moni Nabire, Zoter Zonggonau, Ketua LMA Nabire, Socrates Sayori, Ketua Laskar Merah Putih Ani Goo, Anggota DPRD Nabire Linus Douw, Anggota DPRD Deiyai Johanes Adi, mantan anggota DPRD Nabire 3 periode sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Jayapura Nabire, Abner Kalem, sejumlah pimpinan dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Nabire serta sejumlah tokoh lainnya.Seusai pemakaman, Naftali Yogi sebagai perwakilan keluarga, kepada media mengatakan, amarhum Yakobus Muyapa telah dikenal di Papua, lebih khusus wilayah Meepago dan Lapago, dan di daerah ini merupakan generasi pertama pamong praja ketika bertugas di daerah terpencil, menjadi kader yang benar-benar melayani masyarakat tempat bertugas, artinya saat bertugas selalu memberikan yang terbaik, seperti komitmen awal selalu berkata saya akan memberikan yang terbaik dimanapun bekerja.Dari sisi karier sipil almarhum telah menunjukkan siapa dirinya, almarhum telah membuka daerah-daerah baru yang terisolir dan saat ini telah menjadi kabupaten seperti Puncak Jaya.Lanjut Naflati, selain dalam dunia sipil, almarhum Yakobus Muyapa juga terjun dalam dunia politik dan kiprah serta perannya yang luar biasa.“Saat beliau menjadi Ketua DPRD Kabupaten Paniai, salah satu ide dan gagasannya memekarkan dua kabupaten yakni Intan Jaya dan Deiyai, dimana saat itu saya sebagai Bupati Paniai, beliau mendorong agar membuat hal besar untuk rakyat dengan memekarkan kabupaten dan saat ini Intan Jaya dan Deiyai telah dimekarkan menjadi kabupaten berdri sendiri,” tuturnya.Peran di masyarakat, Almarhum merupakan figur yang menjadi tokoh, contoh dan teladan bagi masyarakat wilayah tengah dan dinobatkan sebagai Kepala Suku Besar Wilayah Pegunungan Tengah.“Perannya sangat besar, senang menyelesaikan permasalahan yang terjadi, saat ada masalah beliau tidak pernah bilang itu orang lain pu masalah, beliau sangat peduli menyelesaikan permasalahan itu, bagaimana taktik, strategi dan solusi menyelesaikan masalah itu sehingga selesai dan Nabire aman dan damai,” tuturnya.Menurut Naftali Yogi, Yakobus Muyapa merupakan figure yang penuh kasih, figur pendamai, figur yang penuh inspirator sekaligus penuh motivator yang perlu generasi kedepan yang harus belajar darinya. Generasi kedepan perlu mengambil contoh dan teladan dari Yakobus Muyapa.Naftali berharap, agar generasi kedepan muncul seperti Yakobus Muyapa.Dalam kesempatan itu, atas nama keluarga menyampiakan permohonan maaf bila selama hidup, Yakobus Muyapa pernah berbuat salah. Sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik dana, tenaga dan pikiran dan turut berduka cita serta meluangkan waktu datang dalam acara pemakaman almarhum Yakobus Muyapa. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



