NABIRE - Beras Ranstra Bantuan Sosial (Bansos) bagi masyarakat Kelurahan Nabarua yang terdiri dari 25 Rukun Tetangga (RT) untuk tiga bulan seharunya 14.420 ton. Namun yang baru masuk dan ada di kantor kelurahan sebanyak 7.800 ton. Sehingga masih kekurangan 6.600 ton yang hingga saat ini masih dinantikan. Akhirnya pihak pemerintah kelurahan dan para ketua RT telah sepakat untuk tidak dilakukan pembagian Beras Ranstra kepada masyarakat penerima manfaat. Sambil menunggu kekurangan Beras Ranstra, pihak pemerintah kelurahan bersama para ketua RT juga telah sepakat untuk melakukan validasi data masyarakat yang dimulai dari tingkat RT dan selanjutnya ditetapkan oleh pihak kelurahan secara bersama-sama. “Atas kesepakatan bersama, maka beras Ranstra sebanyak 7.800 ton tidak bisa disalurkan atau dibagikan,” kata Kepala Kelurahan Nabarua, Johanis Tadung, ST kepada Papuapos Nabire, Senin (7/5), di ruangan kerjanya. Validasi data masyarakat penerima manfaat beras Ranstra ini, atas dasar kesepakatan dalam rapat antara pihak kelurahan, RT, Babinsa dan Babintrantip dari pihak kepolisian. Sehingga beras Ranstra yang sudah ada tidak bisa dibagikan. Dirinya selaku lurah bersama staf dan para ketua RT telah berusaha untuk bekerja secara maksimal. Agar kekurangan beras Ranstra 6.600 ton cepat diangkut oleh pihak Bulog Nabire selaku penyalur. Dan selanjutnya pihak kelurahan bisa membagikan melalui ketua RT dan selanjutnya dibagikan kepada masyarakat.(des)