NABIRE – Salah satu tokoh masyarakat kabupaten Nabire menilai, jika ada kejujuran dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire dari atau semenjak dimulai tahapan hingga hari pengumutan suara dan perhitungan suara, akan menghasilkan keadilan, kedamian dan kesejahteraan dalam hal pembangunan yang membawa rakyat kearah sejahtera dan apabila ada penipuan hasilnya masyarakat tak akan sejahtera. Hal ini seperti dikemukakan tokoh masyarakat Yulian Jap Marey, Rabu (12/8) di kediamannya. Dikatakan, kita masyarakat Nabire bisa lihat saja, kalau kita ke Topo Distrik Uwapa dan ke wilayah Distrik Nabire Barat, Wanggar dan Yaro itu jalannya mulus, akan tetapi jalan dalam kota saja banyak berlubang, sehingga konsep pembangunan oleh pemimpin terdahulu tidak menggunakan ilmu tangga, yang mana tangga pertama ditinggalkan dan langsung injak anak tangga ketiga.Untuk itu sebagai tokoh, ia mengajak masyarakat untuk melihat calon pemimpin yang takut akan Tuhan, memberikan kedamaian dan lebih mengutamakan serta menegakan hukum positif, karena kini kita hidup di alam demokrasi dan negara kita adalah negara hukum, sehingga segala persoalan yang berhubungan langsung dengan hukum harus diselesaikan secara hukum pula.Ditambahkannya, memasuki Pilkada Nabire marilah kita tinggalkan segala kepentingan yang tidak menghasilkan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Nabire, tetapi yang benar adalah mendidik dan mengajak rakyat kepada pendidikan politik yang baik.Karena, menurut Jap, berdasarkan hasil pertemuan para tokoh dan pemerintah belum lama ini telah melahirkan beberapa kesepakatan bersama, yang mana pada intinya kita ingin jelang dan memasuki Pilkada, kita menciptakan kedamaian di daerah ini dengan tidak saling menyalahkan ataupun saling menjatuhkan.Harapnya, untuk itu kepada semua pasangan calon bupati dan wakil bupati, baik itu calon dari perseorangan maupun yang didukung dari partai politik (Parpol), kiranya untuk selalu meng-andalkan Tuhan dalam segala usaha dan kerjamu dalam hidup ini dengan mencintai perdamian sebagai warga Negara Indonesia. (des)