Kegiatan Hari Keluarga XXI Tahun 2014 Ditutup
NABIRE - Betempat di ruang rapat aula Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKKBN) Kabupaten Nabire, Kamis (26/6) rangkaian berbagai kegiatan dalam rangka merayakan peringatan Hari Keluarga XXI tahun 2014, ditutup secara resmi. Sambutan bupati yang dibacakan
Bagikan
NABIRE - Betempat di ruang rapat aula Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKKBN) Kabupaten Nabire, Kamis (26/6) rangkaian berbagai kegiatan dalam rangka merayakan peringatan Hari Keluarga XXI tahun 2014, ditutup secara resmi.
Sambutan bupati yang dibacakan Asisten I Setda Nabire, Drs. I Wayan Mintaya mengatakan, hari keluarga nasional XXI (dua pulu satu) di tingkat Kabupaten Nabire, adalah salah satu momentum penting. Betapa pentingnya unsur keluarga bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Keluarga adalah pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategi dalam membekali nilai–nilai kehidupan bagi setiap anak manusia yang tengah tumbuh dan berkembang untuk mancari makna dalam kehidupan.
Dalam membangun keluarga, diperlukan berbagai terobosan untuk menumbuh kembangkan dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik dan non fisiknya melalui progra– program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga. Sebagai kondisi yang mencerminkan kekuatan masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini sangat diperlukan perhatian yang serius dalam penanganannya, dan patut dijaga, dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya. Yakni kondisi keluarga yang sejahtera.
Lebih lanjut dikatakan, untuk mewujudkan keluarga sejahtera harus dimulai sejak awal terbentuknya keluarga atau sejak usia keluarga itu masih muda. Sebab perjalanan panjang yang ditempuh oleh keluarga akan menjadi mata rantai kehidupan dari generasi yang akan datang.
Untuk menyikapi permasalahan tersebut, pemerintah melalui Peraturan Persiden nomor 62 tahun 2010, menetapkan bahwa nomenklatur Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, telah berubah menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dan sesuai dengan amanah UU nomor 52 tahun 2009 kita dituntut bekerja lebih keras. Karena mempunyai tanggung jawab lebih besar terutama dalam pembangunan kependudukan dan keluarga berencana.
Dilihat dari data sensus penduduk tahun 2012, jumlah penduduk di negara kita terus mengalami kenaikan. Menjurus pada terjadinya ledakan penduduk, yang tentunya akan berpengaruh pada semua sektor dan aspek pembangunan yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kehidupan umat manusia.
Menyikapi permasalahan tersebut, maka di dalam pengandalian penduduk hendaknya dilihat secara menyeluruh baik penanganan pengendalian kelahiran maupun upaya penurunan angka kematian. Oleh karena itu, pelaksanan peringatan Hari Keluarga Nasiolan kali ini merupakan salah satu momentum penting dan sangat strategis di dalan memantapkan komitmen dari berbagai lapisan masyarakat. Agar terus menerus secara berkesinambungan dan berkelanjutan dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana, sehingga upaya pengandalian pertumbuhan dan pertambahan penduduk dapat terkendali.
Dikatakan, berbagai program intervensi dan inovasi terus dilakukan. Dan ditujukan untuk meningkatkan komitmen masyarakat untuk mampu menumbuhkan keyakinan, untuk membangun dirinya sendiri. Sehingga setiap anggota keluarga dapat menjadi sumber daya manusia yang terpercaya, ampuh dan tangguh. Sehingga dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan khususnya di daerah ini.
“Kita akui bahwa hingga saat ini masih banyak keluarga yang mengalami keterbatasan dalam pemenuhan aspek sosial ekonomi yang diakibatkan oleh pertumbuhan dan pertambahan penduduk yang semakin cepat,” tuturnya.
Untuk menjawab permasalahan itu, pemerintah Kabupaten Nabire dalam program pembangunannya yang dijabarkan melalui visi misinya diupayakan untuk terus meningkatkan pembangunan diberbagai aspek untuk mewujudkan masyarakat Nabire yang berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri.
“Kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di daerah ini, saya harapkan bahwa pemilihan Pilpres kita semakin dekat. Kita sebagai warga negara Indonesia memilih dan dipilih hati nuraninya masing-masing dan kita menjaga Kamtibmas bersama untuk ciptakanlah kondisi situasi yang aman kondusif di daerah. Jangan terpengaruh dengan isu yang tidak bertanggung jawab, sebab hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan diantara kita,” tuturnya.
Kepala Badan Perempuan Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nabire, Yufinia Mote diwakili Kepala Bidang Perempuan dan Perlindungan Anak, Thesia Yanti Maker, S.Pd, M.Pd mengatakan, melalui hari keluarga kita tingkatkan kwalitas keluarga dalam mewujudkan Indonesia sejahtera. Keluarga berkualitas yaitu keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal. Berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan.
“Kita sepakat bahwa keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang memerlukan sentuhan dan penanganan dari semua pihak agar ciri-ciri keluarga berkualitas sebagaimana kami sebut diatas bisa tercapai,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, qilayah Nabire cukup luas, SKPD dilingkungan pemerintah Kabupaten Nabire sebagai pembantu pimpinan daerah tidak mungkin bisa menangani semua keluarga. Sehingga perlu memanfaatkan potensi-potensi yang ada di kampung-kampung dan kelurahan.
Para kader Posyandu dalam mewujudkan keluarga berkualitas, mari kita lihat lingkungan kita. Diantaranya, Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu jumlah wanita yang meninggal mulai dari saat hamil hingga 6 minggu. Angka kematian ibu menjadikan indikator kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, kapasitas pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan sosial budaya serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.
“Di Indonesia AKI masih cukup tinggi bahkan tertinggi di Asean, yaitu 359 per 100.000 kelahiran cukup. Sedangkan target MDGs. 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup,” tambahnya.
Dituturkan, Angka Kematian Bayi (AKB) menurut SDKI tahun 2012 mencapai 34 bayi per 100.000 kelahiran hidup sedangkan target MDGs. 2015 adalah 23 per 100.000 kelahiran hidup. Untuk Kabupaten Nabire, tahun 2013 angka kematian ibu (AKI) mencapai 14 kasus dari 4.090 kehamilan, sedangkan kematian bayi/neonates mencapai 24 kasus.
“Dari gambaran diatas, bisa kita simpulkan bahwa menuju keluarga yang berkualitas sebagaimana tema peringatan Hari Keluarga ke XXI memerlukan kerjasama dari semua unsur masyarakat. Kader Posyandu yang paling dekat dengan keluarga-keluarga di wilayah perlu diberikan apresiasi dan diberikan tambahan pengetahuan secara berkesinambungan. Sehingga dalam pengabdiannya bisa memberikan pelayanan yang kualitas dan bisa mengubah pola pikir ibu-ibu di wilayahnya,” ujarnya. (modes)
Bagikan artikel ini



