Kedepan Lulusan Sekolah Dilarang Konfoi dan Aksi Coret Baju
NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd secara tegas meminta kepada para kepala sekolah dan dewan guru
Bagikan
NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd secara tegas meminta kepada para kepala sekolah dan dewan guru SMP/MTs dan SD/Mi agar memberikan pengawasan yang sangat ketat kepada para lulusan dari dua jenjang pendidikan ini. Karena berdasarkan data dan fakta di lapangan, cukup sudah hanya lulusan SMA/MA dan SMK yang membuat aksi konfoi di jalan dan aksi coret-coretan baju, lebih baik bajunya dikumpulkan ke pihak sekolah dan disumbangkan bagi adik kelas atau orang lain yang membutuhkan. Diingatkan dan disarankan kepada semua kepala sekolah dan para dewan guru SD/Mi dan SMP/MTs agar semua peserta ujian yang sebentar lagi akan mendengarkan hasil ujian disarankan untuk hasil lulusan lebih baik disyukuri dengan cara berdoa di rumah masing-masing. Demkian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire, Selasa (5/5), di ruang kerjanya seraya menambahkan, hasil lulusan ujian yang telah ditempuh selama 6 dan 3 tahun dibangku pendidikan lebih baik disyukuri dengan cara berdoa bersama orang tua di rumah. Karena berdasarkan data dan fakta di lapangan, dengan peristiwa mendengar hasil kelulusan dari ujian, banyak anak yang menjadi korban tabrakan yang semua itu bermula dari aksi konfoi dan aksi coret-coretan yang berlebihan. Dan untuk menidaklanjuti semua ini selaku Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Nabire, tentunya akan mengeluarkan surat edaran ke semua sekolah SD/Mi dan SMP/MTs yang ada di Kabupaten Nabire agar para lulusanya tidak lagi membuat aksi coret-coretan dan konfoi di jalan raya. Tetapi lebih baik saat hasil pengumuman ujian disampaikan oleh masing-masing sekolah dan anak membawa pulang hasil tersebut kepada orangtua murid dan selanjutnya dilakukan doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan di rumah, karena kita semua kini berada di tengah maraknya wabah virus Corona.(des)
Bagikan artikel ini



