KB-TKIT Insan Mandiri Gelar “Kartinian”
NABIRE - Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April kemarin, banyak cara yang dilakukan untuk mengenang, menghargai dan meneladani pejuang emansipasi wanita ini. Salah satunya adalah Kelompok Bermain-Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (KB-TKIT) Insan Mandiri yang mengadakan
Bagikan
NABIRE - Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April kemarin, banyak cara yang dilakukan untuk mengenang, menghargai dan meneladani pejuang emansipasi wanita ini. Salah satunya adalah Kelompok Bermain-Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (KB-TKIT) Insan Mandiri yang mengadakan peringatan Hari Kartini, Senin (28/4) kemarin. Acara yang cukup meriah ini diramaikan dengan kostum anak-anak PAUD dan TK yang berseragam berbagai profesi, seperti pilot, polisi, tentara, Polwan, dan pakaian adat dari berbagai daerah.
Kepala Sekolah KB-TKIT Insan Mandiri, Nurnaningsih saat diwawancarai selesai “Kartinian” kepada Papuapos mengatakan, tujuan diadakannya peringatan Hari Kartini, pertama memperkenalkan bergaia profesi kepada anak-anak yang kelak kemudian hari akan menjadi salah satu bagian dari profesi mereka. Kedua memberikan pemahaman bahwasanya Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, adat dan bahasa dan ketiga moment-moment seperti ini bisa menjadikan saat-saat bahagia bagi anak-anak.Nurnangsih pun mengharapakan acara “Kartinian” ini bisa menjadi agenda sekolah ke depannya, bahkan tidak hanya satu agenda acara-acara serupa bisa lebih sering diadakan, “ Kami harap acara semacam ini bisa terus diadakan bukan hanya sebatas peringatan Hari Kartini , mungkin hari-hari peringatan lainnya, karena dengan diadakannya acara seperti “Kartinian” ini bisa memupuk rasa percaya diri anak-anak untuk tampil didepan umum dan bisa memberikan kebahagian bagi anak-anak,” jelasnya. Insan Mandiri yang pendiriannya atas gagasan tiga orang terilhami dari anak-anaknya yang beranjak usia dini , menyikapi pentingnya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang harus diberikan kepada mereka, tanpa mengurangi hak bermain , dimana dan bagaimana mereka harus mendapatkan tempat bermain , Pendidik dan teman . Atas dasar pentingnya pendidikan yang orang katakan Golden Age (usia emas) maka tercetuslah untuk mendirikan sekolah anak usia dini, dengan banyak menanamkan nilai etika tanpa merampas hak-hak anak untuk bermain dan bahagia. (mus)
Bagikan artikel ini



