NABIRE - Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Nabire mengakui minimnya kesadaran masyarakat dalam mengambil Barang Bukti (BB) tilang kendaraan bermotor (Ranmor). Banyak BB yang mangkrak tidak terawat karena tidak diurus pemiliknya.Mewakili Kapolres Nabire, Kasat Lantas Iptu Suhardi Syahailatua, S.Sos, ketika ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, ada beberapa hal yang hingga kini belum dapat diselesaikan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dalam menuntaskan masih tersimpannya ratusan BB Ranmor di Mapolres Nabire.Hal tersebut, lanjut Kasat Lantas yang baru menjabat sekitar 1 bulan ini, tidak hanya terjadi di Polres Nabire saja, di beberapa Polres di Papua khususnya juga terjadi. Salah satu faktor belum minimannya kesadaran masyarakat atau pemilik kendaraan, utamanya motor untuk mengurus hingga mengambil BB tersebut.Kasat Suhardi Syahailatua menambahkan, rata-rata BB yang diamankan ini tidak memiliki kelengkapan kendaraan, entah itu menyangkut surat-surat kendaraan itu sendiri maupun kepemilikan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Faktor lain, yang karena BB kendaraan tersebut sudah milik orang ataub pihak kedua, sehingga pemiliknya enggan untuk mengambil kendaraannya.Umumnya mereka (pemilik) kendaraan acuh tak acuh, dan malas mengurus kendaraan. Menyangkut hal ini, kerap kali pihak Polantas seperti disaat sidang harus mencari pemilik kendaraan, sementara pemiliknya sudah berpindah tangan alias sudah dijual ke orang lain. Ini yang kadang kami sulit untuk mencari pemilik kendaraan dimaksud, ujarnya.Disinggung menyangkut, apakah bisa kendaraan-kendaraan yang ada itu dimusnahkan atau dibesituakan, jelas Kasat Lantas Suhardi Syahailatua, tidak semudah demikian tentunya melalui proses persetujuan pemilik kendaraan tersebut. Demikian ini, pungkasnya, sangat sulit dicarikan solusinya sehingga untuk sementara waktu dibiarkan demikian sambil menunggu hingga waktu yang tidak ditentukan pemiliknya mengambil BB tersebut. (wan)