Kasat Komang: Kasus Penganiayaan KPR Siriwini Sebabkan Tangan Korban Putus
NABIRE - Pada hari Selasa, 31 Juli 2018 sekitar jam 22.00 WIT bertempat di Jalan Gagak KPR Siriwini, tepatnya di belakang Lembaga Permasyara
Bagikan
NABIRE - Pada hari Selasa, 31 Juli 2018 sekitar jam 22.00 WIT bertempat di Jalan Gagak KPR Siriwini, tepatnya di belakang Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nabire telah terjadi pertikaian antara dua (2) kelompok yang sama-sama dipengaruhi Minuman Keras alias Miras. Dari kejadian ini menyebabkan 1 korban mengalami putus pada pergelangan tangan.Kapolres Nabire diwakili Kasat Reskrim Polres Nabire AKP Komang Y.W. Kusuma, S.Ik, ketika dikonfirmasikan media ini sore kemarin membenarkan kasus tersebut. Dimana, menurut keterangan penyidik korban yang mengalami putus tangan Ayomi Keiya (22 tahun) Mahasiswa, kini kabarnya telah dirujuk ke Jayapura guna pengobatan lebih lanjut.Adapun identitas saksi dan pelaku masing-masing untuk pelaku Roni Ohlulin dan saksi Yan boma, 30 tahun, pekerjaan swasta, beralamat komplek perumahan (KPR) Nabarua dengan korban Ayomi Keiya, 22 Tahun, pekerjaan Mahasiswa beralamat sama di KPR Nabarua.Kronologis kejadian, jelas Kasat Reskrim Komang, keterangan saksi menyebutkan, awal kejadian korban bersama saksi membeli gula di kios, sesudah membeli gula korban dan saksi kembali ke rumah hendak pulang. Dalam perjalanan korban dan saksi menemukan dua kelompok pemuda yang sedang mabuk saling berkelahi sambil menyerang dengan menggunakan batu di jalan atau lorong samping Lapas Nabire.Dengan penerangan yang kurang/gelap, sehingga saksi dan korban yang melintas langsung dilempar batu sehingga saksi menanyakan ada apa dan kami tidak tahu apa-apa. Pelaku mendekati korban langsung mengayunkan parangnya yang mana korban tidak mengetahui bahwa pelaku memegang parang dan korban menangkiskan yang disangkakan kayu, sehingga mengenai pergelangan tangan korban langsung putus.Dengan adanya kejadian tersebut, Patroli Polres Nabire, Polsekta serta piket tameng mendatangi TKP yang dipimpin oleh Kasat Shabara. Imbuhnya, korban saat ini sedang di RSUD Nabire untuk diberikan pertolongan medis oleh dokter dan dirujuk ke Jayapura. Sementara pelaku telah diamankan di Mapolres Nabire beserta Barang Bukti (BB) 1 buah parang yang digunakan saat kejadian dan terakhir, saat ini situasi TKP sudah aman terkendali, namun tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang tidak menerima aksi tersebut.(wan)
Bagikan artikel ini



