NABIRE - Setelah mengikuti peluncuran Produk Technopark di SMK Negeri 2 pada Kamis, 18 Oktober 2018 dan selanjutnya selama satu hari Kepala Bidang (Kabid) SMK langsung turun lapangan ke beberapa SMK negeri dan swasta yang ada di wilayah Kabupaten Nabire.Ternyata, dirinya menilai belum ada pemerataan guru di semua SMK yang ada di wilayah Kabupaten Nabire, sehingga dirinya menyarankan perlunya pengutamaan pendistribusian guru ke semua sekolah secara merata dan juga tata pengelolaan untuk pengendalian managemen.Demikian Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua Yulianus Kuayo kepada Papuapos Nabire, Sabtu (21/10), di Hotel Nusantara I, managemen antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru produktif dan dewan guru yang lain belum maksimal dilakukan.Sehingga dampak dari managemen yang tidak maksimal itu, jika ada guru yang sakit atau guru yang tinggalkan tugas, tidak diisi oleh guru lain yang disiapkan sebagai pengganti untuk dapat mengisi kekosongan jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masing-masing SMK.Untuk itu, dirinya meminta sangat penting dilakukan managemen yang tertruktur secara baik di semua SMK yang ada di Kabupaten Nabire dan diharapkan pula lewat pengawas akan lebih penting untuk dijadikan bahan evaluasi bersama guna memajukan dunia pendidikan di bidang SMK.Selaku Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua menilai kinerja para pengawas di Kabupaten Nabire cukup bagus dan hal ini perlu diapresiasi, sebab apa yang dilakukan oleh para pengawas dengan turun lapangan sudah cukup banyak mendorong kemajuan pendidikan. (des)