Jembatan Gantung Kali Degeuwo KM 168 Terbangun
NABIRE – Jembatan gantung Kali Degeuwo KM 168, Kampung Tibai, Distrik Siriwo Kabupaten Nabire, telah selesai dikerjakan. Demikian dikatakan Kepala Kampung Tibai, Isak Magai dan didampingi Yulianus Tagi, S.IP selaku Bendahara Pengelola Pembangunan Jembatan Gantung Kali Degeu
Bagikan
NABIRE – Jembatan gantung Kali Degeuwo KM 168, Kampung Tibai, Distrik Siriwo Kabupaten Nabire, telah selesai dikerjakan. Demikian dikatakan Kepala Kampung Tibai, Isak Magai dan didampingi Yulianus Tagi, S.IP selaku Bendahara Pengelola Pembangunan Jembatan Gantung Kali Degeuwo, kepada media ini, ketika bertandang di redaksi, Senin (1/8) kemarin.
Dikatakannya, pembangunan jembatan ini dikerjakan bersumber dari Dana Desa Kampung Tibai yang telah dikucurkan dari APBN tahun anggaran 2016. Pembangunan Jembatan Gantung Kali Degeuwo dikerjakan dengan sistem swakelola yang langsung ditangani oleh Kepala Kampung Tibai bersama masyarakat Kampung Tibai. Jumlah anggaran yang telah dipergunakan dalam pembangunan jembatan ini senilai RP. 405.000.000.Jembatan gantung tersebut, menurut mereka, berukuran panjang 150 meter dan lebar 150Cm dan dilaksanakan berdasarkan Musyawarah Kampung (Muskam) bersama masyarakat. Hasil Muskam tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Kampung (RPJMK) untuk 5 tahun. Ditambahkan, melalui Muskam telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) di Kampung Tibai Tahun 2016. Salah satu program kegiatan yang ditetapkan dalam APBK adalah pembuatan Jembatan Gantung Kali Degeuwo. Sehingga jembatan tersebut telah berhasil dikerjakan berdasarkan APBK tahun anggaran 2016.Dengan telah dibangunnya jembantan gantung tersebut, jelas dia, masyarakat Kampung Tibai merasa gembira dan menyambut baik. Karena sudah sejak tahun 2012 jembatan gantung yang dikerjakan pemerintah Kabupaten Nabire telah dihanyut oleh banjir tahunan pada tahun 2013. Maka selama kurang lebih 4 tahun masyarakat Kampung Tibai dan Kampung Mabou Distrik Siriwo mengalami kesulitan melewati Kali Degeuwo. Sehingga jembatan gantung tersebut telah menjawab salah satu kebutuhan dan keluahan masyarakat selama ini. Sebab jembatan merupakan salah sarana penunjang akses jalan bagi masyarakat setempat. Dia juga menjelaskan, masyarakat di kampung di sekitarnya ketika akan keluar dari dua kampung, biasanya menyeberang melawan arus air Kali Degeuwo bila musim kering, menebang pohon yang ada disekitar Kali Degeuwo bila curah hujan, tetapi umurnya tidak lama. Karena jempatan kayu tersebut biasanya dihanyutkan oleh air bila hujan. Tetapi dengan adanya jembatan gantung yang telah dikerjakan ini, masyarakat Kampung Tibai juga menyampaikan rasa hormat dan berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Nabire dan pemerintah pusat. Karena melalui Program Pembangunan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mempedulikan kebutuhan–kebutuhan pembangunan masyarakat yang tertinggal, seperti masyarakat Kampung Tibai. “Kami selaku Kepala Kampung Tibai bersama masyarakat Kampung Tibai menyampaikan terima kasih juga kepada Pendamping Distrik Siriwo, Decky Mote, S.IP, atas bimbingan teknis pelaksanaan pembangunan bersama kami, sehingga jembatan ini bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan memiliki kualitas pembangunan yang memadai,” ucapanya. Sementara itu, Pendamping Distrik Siriwo, Decky Mote, S.IP, menambahkan, pekerjaan jembatan yang telah dikerjakan masyarakat Tibai ini dinilai berhasil baik. Karena adanya nilai kualitas pembangunan yang menjadi nilai jual juga. Setelah adanya hasil pembangunan yang langsung dikerjakan oleh masyarakat Tibai, ternyata masyarakat kampung juga bisa membangun suatu pembangunan secara mandiri. Disini yang paling dibutuhkan adalah pemerintah melakukan pelatihan–pelatihan, bimbingan–bimbingan yang lebih banyak kepada masyarakat guna menuju adanya warna pembangunan di daerah tertinggal. Pendamping juga menyampaikan bahwa kepada masyarakat yang akan menggunakan jembatan ini mohon dijaga dan dirawat baik. Karena jembatan ini merupakan sarana umum dan akan membantu dalam berbagai aktivitas. Ditambahkan juga bahwa kemungkinan besar dalam waktu yang dekat ini jembatan tersebut rencananya akan diresmikan oleh pemerintah Kabupaten Nabire, dalam hal ini Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Nabire. (henbob)
Bagikan artikel ini



