Jemaat Tabor Kalisemen Rayakan HUT Pertamanya
NABIRE - Ibadah syukur pelayanan Gereja Pantekosta di Indonesia (Gpdi) Jemaat Tabor Kalisemen, telah berusia satu tahun. Dengan usianya yang baru menginjak satu tahun ini, tentunya dalam hal pelayanan belum banyak yang dapat dirasakan. Namun yakin bahwa diwaktu–waktu mendat
Bagikan
NABIRE - Ibadah syukur pelayanan Gereja Pantekosta di Indonesia (Gpdi) Jemaat Tabor Kalisemen, telah berusia satu tahun. Dengan usianya yang baru menginjak satu tahun ini, tentunya dalam hal pelayanan belum banyak yang dapat dirasakan. Namun yakin bahwa diwaktu–waktu mendatang, Jemaat Tabor Gpdi dalam pelayanannya akan dapat mewujudkan tatanan kehidupan yang penuh dengan keimanan umat yang percaya kepada Sang Gembala Agung Tuhan Yesus Kristus.
Demikian terungkap dalam ibadah syukur ulang tahun pertama Gereja Pantekosta di Indonesia (Gpdi) Jemaat Tabor, Selasa (25/2) lalu di Gereja Pantekosta di Indonesia Kalisemen SP II, Distrik Nabire Barat. Perayaan dihadiri Muspida, kepala distrik, Ketua Wilayah Gpdi Kabupaten Nabire, pimpinan–pimpinan gereja, ketua dan panitia HUT, para hamba Tuhan, undangan, serta para Jemaat Tabor Gereja Pantekosta di Indonesia.
Mewakili pemerintah daerah, Benyamin Kareth, SH, MAP dalam sambutan mengatakan, diusianya yang masih belia ini, kita diingatkan pada salah satu ungkapan yang singkat namun memiliki arti dan makna yang sangat mendalam, bertumbuh dalam iman, membangun dalam kasih.
Kalimat ini mengamanatkan kepada kita semua, bahwa sebagai umat yang percaya, untuk selalu meningkatkan keimanan serta terus meningkatkan sikap tolong menolong dan kasih mengasihi dalam hidup dan kehidupan ini. Dengan sikap seperti inilah, kita akan mampu melaksanakan semua aktifitas kita dengan baik, dan sikap ini pula yang selalu dianjurkan dalam Firman Tuhan.
“Kita harus menjadi contoh dan teladan dalam Tuhan lewat kehidupan kita sehari hari, terutama dalam memberikan pelayanan. Sehingga orang lain yang ada disekitar kita diberkati dan lebih mengenal Tuhan. Kita juga dituntut lebih meningkatkan iman dan percaya, yang diwujudkan dengan perbuatan secara nyata dimanapun kita berada dalam melayani. Sehingga pelayanan kita benar–benar menjadi berkat, sebab kita ini adalah satu Tubuh yaitu tubuh Kristus,” paparnya.
Sehubungan dengan hari ulang tahun ini, kepada jemaat Tabor Gpdi, disampaikan hal-hal yang menyangkut pelayanan agar semakin lebih baik dan lebih mandiri. Antara lain, perlu kita sadari bahwa ada perubahan sikap, pola pikir, dan pola pandang tentang hidup berjemaat atau hidup bergereja. Dalam arti bahwa harus ada kesadaran yang besar yang lahir dari setiap pribadi untuk sungguh–sungguh terlibat secara aktif, dan memberi dukungan dalam berbagai bentuk, untuk seluruh pelayanan Gereja, baik ibadah–ibadah, pekerjaan fisik maupun kegiatan lainnya. Perlu adanya kesadaran bahwa kita harus memberi untuk Tuhan dan bukan sebaliknya. Sehingga kita akan terhindar dari sikap hidup yang hanya meminta dan mengharapkan pemberian orang lain, sebab kita memiliki Yesus yang kaya dan besar kuasanya.
Lanjutnya, perlu adanya pemahaman yang sama bahwa semakin aktifnya seseorang dalam berbagai pelayanan, maka tentunya akan terjadi perubahan sikap yang menunjukkan bahwa Yesus semakin besar dan kita semakin kecil. Sehingga setiap orang dapat saling menerima sebagai satu keluarga Allah yang sungguh–sungguh hidup dalam kasih persaudaraan. Hal ini sangatlah sejalan dengan visi misi pembangunan Kabupaten Nabire, yang tujuannya adalah untuk mewujudkan Nabire yang berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri.
Hal penting lainnya yang perlu kita lakukan adalah menjaga dan memelihara situasi di daerah ini agar tetap aman dan kondusif. Sebab hanya situasi yang aman pembangunan dapat kita laksanakan. Dan khususnya sebagai warga negara kita berkewajiban mensukseskan pelaksanaan pemilihan umum, baik legislatiif maupun Pemilu Prsiden dan Wakil Presiden yang tidak lama lagi.
Dalam kothbah Pendeta Letson Monim, ST dalam firman Tuhan mengatakan sebagai hamba Tuhan bukan dilayani tetapi melayani dengan motivasi yang benar kepada jemaat memberikan atau melayani hal yang benar menguduskanlah namamu Bapa dengan sepenuh hati dalam kehidupan kita. Agar bisa mampu melawan roh-roh jahat yang datang dari luar dan ada disekitar kita agar tidak ada kuasanya selain dari Tuhan.
Gembala Gereja Pentakosta Jemaat Tabor, P. S. Waromi, MM mengatakan, program majelis daerah ini satu periode untuk membangun jemaat di Tanah Papua dalam kurun waktu lima tahun ini jemaat yang dibangun diharapkan bertumbuh. Sehingga Jemaat Tabor ini tanggal 25 Februari 2013 dihadiri oleh pengurus daerah secara lengkap. Mereka hadir pada saat peresmian hadir oleh bupati sehingga langsung dilantik sebagai Gembala Sidang untuk memimpin pada saat ini.
Aggota Jemaat Tabor ini menjadi kurang lebih sepuluh Kepala Keluarga (KK) berdoa terus agar gereja ini berjalan sesuai dengan rencana Tuhan yang dipercayakan sebagai Gembala Sidang bersukur terutama kepada Tuhan dan pemerintah di tempat Jemaat Tabor ini menjadi terang. Sebab generasi muda ini, terhindar dari bahaya narkoba penyakit HIV/Aids peranan gereja itu sangat penting.
Gereja perlu bertumbuh dan berkembang melalui kasih karena tempat persekutuan manusia dan Tuhan membawakan perubahan yang terang di dalam kehidupan kita, untuk memberikan pelayanan kasih kepada siapapun dengan melayani kasih bukan dengan dilayani. Tumbuh dan berkembang secara tidak langsung Tuhan bekerja dengan kuasa kepada kita. Sehingga semaking kita bertumbuh dan berkembang detik demi detik agar selalu diberkati oleh kuasa darah Yesus maka kasih dan nyemun dengan orang lain atau sesama manusia dengan tulus hati agar kehidupan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan semakin bertumbuh dan berkembang lagi. (modes)
Bagikan artikel ini



