Jawab Kekosongan Guru, Sebaiknya YPK Angkat Guru Organik
NABIRE - Mantan Guru yang bertugas di SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) selama kurang lebih 12 tahun, Nelson Windesi mengusulkan kepada pihak yayasan agar mengangkat guru organik untuk bisa menjawab kekosongan guru di SD-SD YPK yang berada di Pesisir dan Kepulauan. Usu
Bagikan
NABIRE - Mantan Guru yang bertugas di SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) selama kurang lebih 12 tahun, Nelson Windesi mengusulkan kepada pihak yayasan agar mengangkat guru organik untuk bisa menjawab kekosongan guru di SD-SD YPK yang berada di Pesisir dan Kepulauan.
Usulan mantan guru yang bertugas selama kurang lebih 39 tahun di dunia pendidikan ini, dengan dasar guru organik yang diangkat tersebut dapat digaji langsung oleh jemaat-jemaat yang didapat dari uang Derma, sehingga dana pendidikan yang disetor oleh jemaat itu langsung ke PSW YPK dan selanjutnya diatur dan dibagi untuk memberikan gaji bagi guru organik.Sebab, dengan berharap kepada pemerintah untuk bisa menempatkan guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sesungguhnya hal ini sangat sulit diatasi dan lagi pula membutuhkan waktu yang lama, sehingga dengan cara YPK mengangkat guru organik diharapkan bisa mengatasi kekosongan guru pada sekolah-sekolah YPK yang ada di pesisir dan kepulauan.Dikatakan Nelson Windesi Selasa (20/9) di Aula BKD Nabire, bukan guru aktif lagi, akan tetapi dengan melihat keluhan masyarakat bahwa tidak ada guru yang tetap dan aktif melaksanakan tugas di SD-SD YPK, sehingga hal ini hanya sekedar usulan akan tetapi juga menjadi pergumulan pribadinya sebagai mantan guru.Untuk itu, sebagai guru anak Papua mengajak semua Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) yang ada di Kabupaten Nabire membawa persoalan ini menjadi pergumulan kita bersama, karena sepengetahuan Nelson bahwa hasil dari keberhasilan anak-anak kita dibangku pendidikan merupakan hasil dari buah Injil yang kita tanam.Sehingga, dirinya mengharapkan kepada Bapak PSW YPK Nabire bersama jajarannya serta rekan-rekan guru yang masih aktif dan bertugas di SD–SD YPK, kiranya ini merupakan saran dan masuk, karena dari 39 tahun bertugas sebagai guru, selama 10 tahun dirinya bertugas sebagai guru di SD YPK Kwatisore dan 2 tahun lagi di SD YPK Syaloom Makimi.Di tempat yang sama, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada PSW YPK Nabire Drs Barnabas Watopa, M.Si, dirinya mengatakan, selaku pribadi juga punya keinginan yang sama agar ada guru organik YPK yang ditugaskan oleh yayasan di SD-SD YPK yang ada.Namun persoalan ini, lanjut Barnabas, perlu dikembalikan lagi kepada semua jemaat-jemaat yang ada, karena sepengetahuan dirinya dulu ada guru yayasan yang diangkat dan digaji oleh yayasan, akan tetapi berjalannya waktu program yang baik itu tidak berjalan lagi.Sehingga dirinya meminta dan mengusulkan kepada pemerintah agar dana Otsus bagi Papua yang dibagikan ke kabupaten/kota, hendaknya dibagikan ke yayasan-yayasan agar bisa dipergunakan untuk memajukan dunia pendidikan seperti YPK yang merupakan satu-satunya yayasan tertua di atas tanah Papua. (des)
Bagikan artikel ini



