MAKIMI - Para petani sawah maupun petani ternak ikan yang berada di Kampung Biha dan Kampung Lagari Jaya Distrik Makimi kini sudah angkat bicara, soalnya jaringan irigasi yang selama ini dapat mengairi sawah maupun kolam–kolam ikan yang ada kini sudah tidak lancar diakibatkan bendungan penampungan air dipadati lumpur.Sehingga tidak dapat mengalirkan air hingga ke lahan sawah maupun kolam-kolam ikan milik masyarakat petani dari Kampung Biha maupun Kampung Lagari Jaya di wilayah Distrik Makimi, sehingga besar harapan masyarakat petani sawah dan petani ikan kepada Pemerintah Kabupaten Nabire agar secepatnya dapat melihat kondisi bendungan Lagari tersebut.Karena dengan kondisi irigasi yang kurang berfungsi ini membuat para petani maupun petani ikan air tawar sangat sulit mendapatkan air yang baik, dengan demikian peran Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) maupun Dinas Pertanian sangat diperlukan demi kesejahteraan para petani.Untuk itu salah seorang sesepuh yang juga petani di Kampung Lagari Jaya Distrik Makimi Purnama Hadi Saputro kepada Papuapos Nabire belum lama ini mengatakan, kondisi irigasi Sungai Mosairo yang ada saat ini hanya dipenuhi dengan lumpur yang tidak bisa dikerjakan secara manual, akan tetapi dibutuhkan alat berat untuk mengeruk lumpur yang ada.Dan hingga saat ini para petani sawah maupun petani ikan yang ada di wilayah dua kampung ini hanya bisa mengandalkan air curah hujan yang lebih banyak untuk mengairi sawah maupun untuk kolam ikan, karena jaringan irigasi sungai Mosairo yang selama ini diharapkan dan dibangun oleh pemerintah sudah tidak maksimal berfungsi.Sehingga selaku petani hanya bisa mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nabire, dimana pemerintah diminta untuk turun langsung ke jaringan Bendungan Irigasi Sungai Mosairo agar melihat kondisi irigasi dari dekat dan selanjutnya harus ada tindakan berupa pengerukan yang menggunakan alat berat agar Irigasi Mosairo dapat berfungsi kembagi.(des)