IPMADO se Jawa Barat Tolak Pembagian Dana TA
NABIRE - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) kota studi se Jawa Barat menolak pembagian dana Tugas Akhir (TA) dan Pemondokan. Pernyataan penolakan ini setelah melihat realisasi pembagian dana kepada mahasiswa yang tidak pengajuan data-data mahasiswa sebelumnya ke
Bagikan
NABIRE - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) kota studi se Jawa Barat menolak pembagian dana Tugas Akhir (TA) dan Pemondokan. Pernyataan penolakan ini setelah melihat realisasi pembagian dana kepada mahasiswa yang tidak pengajuan data-data mahasiswa sebelumnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dogiyai.
Yohanes Dumupa, salah satu Mahasiswa Akhir Semester yang mengenyam pendidikan di Kota Bandung kepada media ini, Kamis (13/10/2016) mengatakan pihaknya tidak terima dana yang sedang dibagikan maupun pemondokan kepada mahasiswa akhir semester ini.“Kami mahasiswa jenjang studi akhir asal Dogiyai, kami sangat kecewa terhadap pembagian dana studi akhir tahun ini, karena pembagian tidak sesuai dengan proposal yang pernah diajukan kepada Dinas P dan K. Dengan adanya itu banyak mahasiswa yang menyesal. Maka itu, kami mahasiswa akhir studi sepakat untuk turun demo kepada Pemda Dogiyai,” kata Yohanes mantan Sekertaris IPMADO Kota Studi Bandung ini.Disinggung pemondokan, kata Dumupa, khusus tiga kota study antara lain Bogor, Jakarta dan Bandung untuk sewa asrama akan berakhir pada bulan Oktober pada tanggal (30/10/216), maka pihaknya berharap Pemda segera menyelesaikannya.“Anggaran APBD tahun 2016, kami harapkan pemerintah setempat harus salurkan untuk uang asrama agar mahasiswa bisa aman selama menempuh proses perkuliah,” ujarnya.Menurutnya, selama kunjungan Pemda di Jawa Barat tak selalu duduk sama-sama dengan mahasiswa untuk membahas keluhan-keluhan mahasiswa yang sedang dialami, seperti pembayaran uang kontrakan.“Sebenarnya, ini kesempatan untuk bertatap muka antara mahasiswa dengan Pemda maka perlu ada diskusi-diskusi yang bermanfaat bagi mahasiswa. Tetapi Pemda tidak ada ruang untuk menyampaikan keluhan-keluhan kami,” kata Dumupa.Maka itu, pihaknya mengharapkan Pemda segera mengakomodir dan prioristaskan keluhan-keluhan mahasiswa, terutama dana pemondokan atau kontrakan. (gus)
Bagikan artikel ini



