NABIRE - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ke-38 yang jatuh pada tanggal 12 November 2014 dirangkaikan dengan HUT Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) yang ke 37 dan sekaligus memperingati HARI KORBAN 40.000 JIWA yang jatuh pada tanggal 11 Desember 2014, Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Nabire menggelar berbagai macam kegiatan. Diantaranya, Kerja Bhakti Bersih Lingkungan, Jalan Santai Kebersamaan, Lomba Lari Karung, Lomba Tarik Tambang Khusus Wanita dan Kejuaraan Sepak Takraw “KKSS Open Championship”. Acara yang dibuka Bupati Nabire, Isias Douw, S.Sos, Sabtu (1/11) di Lapangan Sepak Takraw Taman Gizi dihadiri ribuan masyarakat Nabire. Kegiatan ditandai pemberian bola-bola Takraw kepada para peserta yang ditampung dalam kurungan diawali dengan adat Majjujung (symbol kerja keras dari warga Sulawesi Selatan, red).Ketua BPD KKSS Nabire, H. Suwarno Majid, mengawali sambutannya dengan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana yang telah bekerja sama, bergandengan tangan dan saling mengisi satu dengan yang lainnya untuk mensukseskan agenda yang telah direncanakan yang tentunya tak lepas dari rasa kebersamaan yang dimiliki. Lebih lanjut dikatakan, keberadaan masyarakat perantau asal Sulawesi Selatan sudah ada di Nabire, bahkan jauh–jauh hari sebelum terbentuk dan terhimpunnya mereka dalam wadah KKSS Nabire, hal ini tidak terlepas dari sejarah Kabupaten Paniai, yang memindahkan pusat pemerintahan (ibu kota, red) dari Enarotali ke Nabire. “Sejak saat itu lah, orang–orang Bugis, Makassar, Mandar, Toraja Dan Tionghoa asal Sulawesi Selatan bahu–membahu dengan seluruh komponen bangsa yang ada, mulai merintis dan mengerjakan berbagai sarana dan fasilitas publik dengan alat yang belum modern,“ tutur H. Suwarno Majid.Seperti misalnya menebang pohon kayu besar hanya dengan kampak, atau mengolah kayu gelondongan hanya dengan gergaji manual, atau mengupayakan adanya piring plastik hanya dengan mencetak dari bekas tempat sabun colek yang dilelehkan. Sebuah upaya yang melelahkan dan nyaris tidak masuk akal yang kemudian kita tentu bertanya-tanya, apa yang membuat para pendahulu kita itu bertahan menghadapi dan bahkan berhasil mengatasi berbagai kendala dan keterbatasan tersebut.Dikisahkan Ketua KKSS Nabire, H. Suwarno Majid, dengan mengutip pesan kajao laliddo yang ditorehkan dan di abadikan di dalam lontara “resopa temmangingngi na late-i pammase dewata” yang artinya bahwa hanya kerja keras yang tiada henti-lah yang menjadi jembatan turunnya Rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa dengan inti sari dari tutur kata dan ajaran ini adalah tekad yang bulat dan semangat pantang menyerah, yang terwujud dalam kerja keras tanpa henti.H. Suwarno Majid menghimbau kepada segenap warga KKSS yang ada di Kabupaten Nabire, sebagai masyarakat perantau bukan hanya sekadar peziarah. Mari kita junjung tinggi dan memegang teguh pesan pendahulu kita, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.Lebih lanjut dituturkan, sebagai bagian dari masyarakat Nabire yang heterogen (multi-etnis, multi-agama, multi-budaya, dll), warga KKSS dengan jumlah yang tidak sedikit, dalam interaksi dengan sesama maupun dengan berbagai komunitas masyarakat yang ada, haruslah senantiasa mengedepankan nilai–nilai “si-pakainge, si-pakatau, nennia si-pakalebbi “ (saling mengingatkan, saling memanusiakan, dan saling menghargai, red). “Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan cultural non-politic, kkss harus mampu dan bisa menjadi mitra utama pemerintah dalam membina dan membangun berbagai potensi kultural sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI,” tuturnya.Berdasar dari informasi dari PSTI Pengkab Nabire terkait dengan Olahraga Sepak Takraw menyatakan bahwa Nabire merupakan lumbung atlit sepak takraw yang dibuktikan bahwa di tahun 2012. PSTI Pengkab Nabire meraih juara 2 pada KNPI Cup, Binaan PSTI Pengkab Nabire tingkat Pelajar SMA mendapatkan juara 1 pada ajang KNPI Cup dan juga di tahun 2013 berkesempatan untuk mewakili Papua di ajang Olahraga Olimpiade Siswa Nasional tingkat SD di Kalimantan,  Kemudian, Atlit Sepak Takraw Nabire direkomendasikan untuk mewakili Papua pada ajang POPWIL Wilayah V di Manado pada bulan Nopember 2014 dan U - 23 pada Bulan Desember di Palembang.Hal inilah yang mendasari semangat BPD KKSS Kab. Nabire untuk bersama-sama dengan PSTI Pengkab Nabire mengangkat Olahraga Sepak Takraw di kabupaten Nabire yang kita cintai ini,“ akhir H. Suwarno Majid. (ist)