H-3 Penutupan Ops Patuh Matoa, 624 Kendaraan Terjaring
NABIRE – Sejak dimulainya Operasi Patuh Matoa 2016 pada 17 hingga 29 Mei 2016 mendatang atau H-3 penutupan atau selesainya jadwal Operasi Patuh Matoa secara Nasional, sebanyak 624 kendaraan bermotor telah terjaring razia yang dilakukan Kepolisian Resor Nabire melalui Satuan
Bagikan
NABIRE – Sejak dimulainya Operasi Patuh Matoa 2016 pada 17 hingga 29 Mei 2016 mendatang atau H-3 penutupan atau selesainya jadwal Operasi Patuh Matoa secara Nasional, sebanyak 624 kendaraan bermotor telah terjaring razia yang dilakukan Kepolisian Resor Nabire melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire.
Kapolres Nabire AKBP Semmy R. Thabaa, S.Ik, melalui Kasat Lantasnya, AKP Samuel D. Tatiratu, SIK, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/5), menjelaskan, jumlah tersebut jika dirincikan yakni sebanyak 582 kendaraan roda dua, 33 kendaraan roda empat dan kendaraan roda enam (truk) sebanyak sembilan unit.Dari jumlah tersebut kata Kasat Samuel, dapat diambil kesimpulan bahwa kesadaran masyarakat Nabire dalam tertib berlalu lintas masih sangat kurang. Sehingga pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire, untuk bisa tertib berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri, juga jangan hanya tertib ketika ada petugas kepolisian yang sedang berjaga di jalan raya.“Mungkin kelengkapan dalam berkendara itu hal sepele, namun ketika sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan tentu resiko-resiko tersebut dapat diturunkan,” katanya.Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw dalam amanat yang dibacakan saat gelar pasukan Operasi Patuh Matoa 2016 di Polres Nabire, meminta agar operasi tersebut dapat mewujudkan beberapa poin penting, salah satunya terkait peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, terciptanya situasi Kamselibcar Lantas secara optimal serta menurunnya angka Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas).(wan)
Bagikan artikel ini



