NABIRE - Ketika memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan/Pembekalan  100 orang Guru Kontrak (Gutrak) Sarjana Mendidik Dengan Hati (SM-H) angkatan pertama yang berlangsung di aula Diklat, Senin (20/11), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Daniel Maipon, S.STP secara tegas mengatakan, kehadiran guru kontrak atau SM-H diharapkan menjawab kekurangan atau kekosongan tenaga guru di daerah terpencil. Untuk itu, guru kontrak diharapkan pula harus mendidik dengan hati bagi generasi Papua yang ada di daerah terpencil. Kegiatan pelatihan bagi Gutrak yang berlangsung selama 4 hari ini, yang pertama kali dilaksanakan Dinas Pendidikan Nabire tentunya dilandasi dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Nabire di bidang pendidikan pada visi kelima. Juga pengangkatan Gutrak sesuai dengan Undang–Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) Nomor 21 Tahun 2001, mengharuskan pemerintah daerah mengangkat guru untuk mengisi kekosongan tenaga guru di sekolah–sekolah yang berada di daerah terpencil. Sehingga selaku instansi teknis dinas pendidikan dapat mencermati hal ini secara baik, jika Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) punya program SM3T, maka kita di Nabire punya program SM-H. Dimana rata-rata Sekolah Dasar (SD) yang berada dipinggiran kota, jumlah gurunya sangat kurang, sehingga Dinas Pendidikan Nabire mencoba melakukan perubahan untuk menjawab kekurangan ketersediaan guru di lapangan terutama di daerah terpencil. Dan 100 Gutrak yang pada saat ini mengikuti pelatihan dapat diambil dari guru kontrak lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) lulusan Uncen kelas jauh Nabire yang merupakan siswa/siswi lulusan Kolose Pendidikan Guru (KPG) Nabire. Untuk itu, dinas mengontrak guru–guru yang benar–benar lulusan pendidikan guru yang bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan juga memiliki akta mengajar dan pengalaman juga mencatat guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sulit tinggal di tempat tugas yang terpencil atau terluar. Akhirnya banyak anak-anak kita yang ada dibangku pendidikan SD di sekolah–sekolah terpencil dan terluar tertinggal jauh dari pengetahuan, untuk itu dengan kehadiran sarjana mendidik dengan hati akan membawa perubahan dan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi anak–anak SD yang berada di daerah terpencil.(des)