NABIRE - Nasib para guru SMA dan SMK di daerah ini yang hingga saat ini belum juga menerima gaji bukan lagi rahasia umum dan saat ini para guru SMA dan SMK bukan lagi menerima janji-janji manis, tetapi mereka membutuhkan sebuah jawaban pasti.Karena terhitung Senin (16/4) para guru SMA dan SMK yang ada di daerah ini sudah stop mengajar atau berdiri di depan kelas untuk memberikan ilmu bagi generasi bangsa anak-anak masyarakat di daerah ini, terus kira–kira siapa yang akan melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi anak-anak kelas satu dan dua?Sesungguhnya pemindahan status guru SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi bukan solusi menyelesaikan nasib para guru SMA dan SMK, tetapi memperpanjang masalah yang akan terus berkepanjangan hingga kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala serta nasib lainnya.Untuk itu, hendaknya Pemerintah Kabupaten Nabire tidak harus tinggal diam, tetapi sudah harus mengambil langkah-langkah positif guna membantu nasib para guru. Sebab para pendidik anak-anak bangsa ini kini bertugas dan mencerdaskan anak-anak masyarakat di Nabire.Demikian dikatakan salah seorang guru SMK yang enggan namanya dikorankan kepada Papuapos Nabire, Rabu (18/4), seraya menambahkan, kami bukan anak-anak yang terus harus dijanji-janji, tetapi kami guru SMA dan SMK butuh kepastian jawaban kapan hak kami berupa gaji diterima.Sehingga terhitung awal pekan ini kami para guru hanya bisa ke sekolah, tetapi tidak bisa masuk kelas untuk melaksanakan KBM, karena dari pertemuan ke pertemuan hingga kini belum juga ada jawaban yang pasti. “Jangan dikira pembayaran gaji satu bulan itu sudah menyelesaikan masalah,” ujarnya.Karena tidak semua guru menerima gaji satu bulan itu, bahkan lebih ironis lagi dari pembayaran gaji satu bulan itu masih ada guru yang terima gaji masih kurang, sehingga para guru tidak ingin dipermainkan lagi, sebab guru itu tugas profesi yang tugasnya mencerdaskan anak bangsa melalui bangku pendidikan.“Untuk itu kami para guru meminta pemerintah harus tegas dan pasti soal gaji kami dan jangan lagi ada pembayaran separuh gaji, akan tetapi kami minta agar dibayar semua gaji kami 4 bulan itu agar kami bisa kembali melaksanakan tugas KBM di kelas bagi anak-anak didik di daerah ini,” pungkasnya. (des)