NABIRE – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Dominikus Lokobal, S.Ag.,MAP, pada acara pelepasan Purna Bhakti Guru Ema Karubui pada Senin (5/12), di SD Negeri 1 Nabire secara tegas mengatakan, guru itu pemegang tiket rohani bagi kecerdasan dan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) di negeri ini. Untuk itu, para guru diminta sumbangkan jasa karena guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, dengan demikian jasa guru itu jangan diberikan setengah-setengah bagi negara lewat ilmu pengetahuan bagi murid. Lantaran, guru itu pemegang tiket rohani.Lanjut Dominikus, dalam menjalankan tugas sebagai guru di sekolah telah banyak pula murid yang ditamatkan dan jumlahnya tidak bisa dihitung, akan tetapi kita percaya bahwa Tuhan telah menghitung jumlah murid yang kita tamatkan dan hasil kerja kita sebagai guru dimana kita kerja dan ditempat tinggal kita masing-masing .Dan untuk memajukan kemajuan pendidikan, menurut dia, yang ada di sekolah masing-masing perlu adanya kerja sama antara kepala sekolah, guru dan pihak komite sekolah dalam merumuskan program sekolah. Karena dari kerja sama tersebut program sekolah yang ada bisa berjalan secara maksimal dan diakhir tahun perlu ada evaluasi kerja bagi program terdahulu sebelum ada program baru untuk tahun pelajaran berikutnya.Sebab, dinas pendidikan selaku induk dari pendidikan tidak akan merubah program sekolah dan untuk memajukan dunia pendidikan para guru SD diingatkan agar bagi murid SD kelas I hingga kelas 3 diharuskan sudah bisa menulis, membaca dan berhitung. Untuk itu, harapnya, ketiga hal tersebut diwajibkan tuntas sebelum anak naik ke kelas III.Sehingga kedepan, harap Dominikus, dengan menjalankan tugas kita dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab kelak kita akan menjadi warga kerajaan surga. “Pegang tiket rohani dengan baik, oleh karena itu yang perlu kita perbaiki adalah dasar pendidikan dengan penuh rasa tanggung jawab terhadap Tuhan, anak didik, negara, orang tua dan diri kita masing–masing sebagai guru,” pungkasnya. (des)