NABIRE - Di sela–sela kegiatan upacara bendera dalam rangka Hari Guru Nasional atau yang lebih dikenal hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-72 tingkat Distrik Makimi yang dilaksanakan atau dipusatkan Sabtu (25/11), di lapangan SMA Negeri 6 Nabire yang terletak di Kampung Biha (SP 1) Distrik Makimi. Ketua PGRI Distrik Makimi Yulianus Pasang, S.Pd,M.Pd, ketika bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) dalam sambutannya mengatakan, guru yang berkwalitas akan lahir manusia pintar, punya moralitas dan memiliki ketrampilan di masa yang akan datang. Untuk itu, guru diharapkan bukan menjadi teladan di sekolah saja, akan tetapi juga di tengah–tengah masyarakat. Karena, katanya, nama guru itu akan melekat sebagai salah satu organisasi Profesi yang selalu disebut-sebut oleh muridnya akan tetapi juga oleh masyarakat, maka guru itu harus mendewasakan diri sebagai guru yang dewasa dan menjadi tauladan bagi murid tetapi juga bagi masyarakat dimana guru itu tinggal atau berada. Sebab, jabatan seorang guru itu melekat dimanapun guru itu berada, sehingga profesi guru bukan tempat pelarian untuk cepat bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi jadilah guru yang baik, karena tugas seorang guru itu mulia dan berat serta pelayanan dari seorang guru harus pula dengan hati dan penuh rasa tanggung jawab. Untuk itu, lewat momentum Hari Guru Nasional ke72 tahun 2017, marilah kita sebagai keluarga besar PGRI di tingkat Distrik Makimi diharapkan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang baik agar kelak kita akan melihat hasil didikan kita di wilayah ini, dengan melihat anak–anak masyarakat yang pintar, punya moralitas dan memiliki ketrampilan.  Karena diharapkan dari hasil didikan guru di sekolah bukan saja terpusat pada tingkat akademisnya saja, tetapi harus disertai dengan didikan-didikan perubahan moralitas anak. Sebab akademis dan moralitas bagi peserta didik harus sejalan dimiliki oleh setiap anak yang lulus dari bangku pendidikan tingkat TK hingga SMA dan SMK.(des)