NABIRE – KPU Kabupaten Nabire melaunching gerakan melindungi hak pilih, Senin (1/10) kemarin. KPU Kabupaten Nabire mengajak masyarakat menyukseskan Pemilu 2019 melalui gerakan melindungi hak pilih. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor KPU Nabire ini dihadiri pengurus Parpol, Ketua Bawaslu Nabire, Sekretaris Disdukcapil Nabire, dan sejumlah tamu undangan lainnya. Dikatakan Ketua KPU Nabire, Nelius Agapa, ST, pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi data pemilih hasil pencermatan tingkat KPU Kabupaten Nabire bersama Bawaslu dan Parpol. Dirinya menurutkan, saat penetapan DPT di Jayapura beberapa waktu lalu, ada rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Nabire. Dalam rekomendasi Bawaslu disampaikan jika ditemukan pemilih ganda sebanyak 6.525. Namun ketika dilakukan pengecekan bersama, kegandaan ditemukan sebanyak 4.952 pemilih. Sehingga dari jumlah DPT terkahir sebanyak 177.474 pemilih, berkurang 4.952 pemilih sehingga DPT P1 itu menjadi sebanyak 172.522. Disinggung soal DPT, jawab Nelius, mulai tanggal 1 hingga 28 Oktober 2018 mendatang, KPU Nabire melakukan perbaikan DPT Pemilu 2019. Hal ini dilakukan dalam rangka melindungi hak pilih, dimana KPU Nabire sedang melakukan penyempurnaan DPT secara menyeluruh. “Kami menghimbau kepada masyarakat pemilih, laporkan pemilih yang tidak memenuhi syarat, yaitu pemilih yang sudah meninggal, sudah pindah, pemilih ganda. Jika masih ada pemilih yang tidak memenuhi syarat di DPT agar dilaporkan kepada petugas PPS atau dilaporkan melalui petugas di Kantor KPU Nabire,” ujarn Nelius. Lebih lanjut Nelius mengatakan, masyarakat yang memiliki KTP elektronik atau yang memiliki surat keterangan pengganti KTP elektronik namun yang besangkutan belum terdaftar pada DPT, bisa melaporkan ke petugas PPS pada kelurahan masing-masing atau juga ke kantor KPU Nabire.Ditanya soal gerakan melindungi hak pilih, kata Nelius, gerakan ini bertujuan untuk memastikan seluruh warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2019.“Gerakan ini dilakukan dengan mendata pemilih yang belum masuk ke DPT lewat mekanisme verifikasi faktual. Pendataan ini akan fokus pada kalangan pemilih pemula. Oleh karena itu KPU Nabire akan menyempurnakan daftar pemilih”, kata Nelius.Ditegaskan Nelius, warga Nabire yang terdaftar sebagai pemilih, Parpol, PPD dan PPS, agar mencermati dan menghapus apabila menemukan data pemilih yang tak memenuhi syarat. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas DPT. (ros)