Gali Potensi Seni Budaya Tradisional Lewat Pesta Budaya Daerah ke – III
NABIRE - Dalam rangka upaya menggali dan mengembangkan potensi seni budaya tradisional yang ada di kelompok suku/etnis yang ada di kampong-kampung, distrik-distrik di wilayah Kabupaten Nabire perlu diperkenalkan, dibina, dan dikembangkan melalui even pesta budaya, tentunya
Bagikan
NABIRE - Dalam rangka upaya menggali dan mengembangkan potensi seni budaya tradisional yang ada di kelompok suku/etnis yang ada di kampong-kampung, distrik-distrik di wilayah Kabupaten Nabire perlu diperkenalkan, dibina, dan dikembangkan melalui even pesta budaya, tentunya peran dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga, mempertahankan maupun melindungi serta melestarikannya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Nabire, Drs. Blasius Nuhuyanan, saat memberikan sambutan pada pembukaan Pesta Budaya Daerah Ke – III Tahun 2015, yang dilaksanakan, Senin (20/4) bertempat di Taman Gizi Oyehe pukul 18.00 Wit.
Kata Blasius, menurunnya ketahanan akan rasa cinta terhadap seni budaya tradisional menyebabkan terjadinya pendangkalan moral, krisis jati diri dan harga diri bangsa yang cenderung akan menyebabkan punahnya seni budaya tradisional dan budaya asli kelompok etnis yang merupakan aset berharga bagi perkembangan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di masa mendatang karena secara tidak langsung seni tradisional masa lampau sangat berkaitan dengan eksistensi suatu bangsa.Menurutnya, belum terbangunnya pemahaman yang benar terhadap pengembangan seni budaya tradisional menjadi kendala bagi aparat pemerintah dalam upaya pemahaman dan mempertahankan seni budaya tradisional sebagai jati diri suatu bangsa. Oleh karena itu, dengan diadakannya kegiatan pesta budaya daerah ini sebagai upaya proaktif dari pihak pemerintah untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat dalam upaya pemahaman dan mempertahankan seni budaya tradisional tersebut, diantaranya dengan melaksanakan pesta budaya ini bagi masyarakat yang peduli dengan budaya tradisional di daerah ini.“Pesta budaya adalah suatu even daerah yang melibatkan semua suku etnik yang ada di 15 distrik dengan menampilkan seni budaya tradisional yang merupakan warisan nenek moyang atau leluhurnya yang merupakan jati diri kelompok suku etnis yang ada di daerah ini sehingga didalam penyelenggaraannya tidak bisa dilombakan, akan tetapi ditampilkan apa adanya sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat adat sebagai nilai-nilai kearifan lokal suatu suku bangsa yang tetap dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya. Lanjutnya, nilai -nilai budaya asli yang dimiliki oleh kelompok suku etnik yang ada di daerah ini harus dijaga dan dilestarikan,serta dihargai. Penghargaan terhadap nilai -nilai asli daerah adalah penghargaan terhadap leluhur kita, tanah ini dan masyarakat yang hidup diatasnya maka apapun yang dikerjakan dan yang dibangun akan berhasil dan membawa berkat, serta kebaikan bagi semua, akan tetapi bila kita tidak menghargai nilai-nilai budaya asli daerah ini dan diabaikan maka percaya, bahwa pasti akan mendapat halangan dan rintangan dalam segala pekerjaan ataupun pembangunan yang sedang dikerjakan.Kegiatan pesta budaya ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata daerah yang mana sasaran yang hendak dicapai adalah aspek sosial budaya seperti meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal atau tradisional, tergalinya aspek-aspek budaya tradisional atau keunikan budaya lokal yang termuat dalam materi-materi kegiatan pada pesta budaya ini yaitu, tari tradisional, musik, lagu, kuliner tradisional bakar batu masyarakat pegunungan dan pengolaan tepung sagu menjadi makanan tradisional bagi masyarakat pesisir dan kepulauan, serta cerita rakyat.Lanjut Nuhuyanan, semua hasil seni budaya tradisional ini merupakan pola budaya masyarakat yang hendak digali, dikembangkan agar dapat terpelihara dengan baik dan kedepan dapat dijadikan daya tarik wisata yang dapat dijual kepada wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat. Diakhir sambutannya, dirinya selaku Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisita Nabire mengajak, semua peserta pesta budaya daerah ke – III tahun 2015, dapat mengikuti dengan baik kegiatan berupa materi-materi akan digelar sesuai dengan jadwal yang disusun panitia, agar tim pengamat dapat memberikan apresiasi dengan baik. Sedangkan, bagi masyarakat dan pengunjung agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegitan tersebut berlangsung. (cad)
Bagikan artikel ini



