Dua Opsi PLN untuk Listrik Uwapa
NABIRE – Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) Ranting Nabire menyiapkan dua opsi untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Distrik Uwapa, Nabire. Karena, kondisi jalan Nabire hingga Topo rawan longsor di sepanjang jalan sehingga akan terus mengalami
Bagikan
NABIRE – Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) Ranting Nabire menyiapkan dua opsi untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Distrik Uwapa, Nabire. Karena, kondisi jalan Nabire hingga Topo rawan longsor di sepanjang jalan sehingga akan terus mengalami pemadaman.
Kepala PLN Ranting Nabire, Oktovianus Pasomba usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat tentang musibah kebakaran beruntung selama tiga pekan terakhir di sekitar Kota Nabire di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Nabire, Selasa (10/1) mengatakan pihaknya telah mengusulkan pelayanan listrik selama 24 jam di wilayah Uwapa, sudah diusulkan pada tahun lalu dan tahun ini juga sudah diusulkan.Oktovianus mengatakan sangat mendukung dengan usulan pemerintah daerah untuk menyambung aliran listrik ke wilayah Topo agar bisa menyala 24 jam. PLN sangat setuju dan mendukung, kalau pemerintah daerah mau membantu untuk membangun jaringan listrik ke Topo.Seperti diberitakan media ini tahun lalu, masyarakat Uwapa meminta pelayanan listrik selama 24 jam dengan membangun jaringan kabel listrik dari Nabire ke Topo. Bupati Nabire, Isaias Douw di depan dewan dalam sidang mengatakan menjadi prioritas pemerintah dan akan ditangani instansi teknis melalui Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Alam Kabupaten Nabire untuk membangun jaringan kabel listrik ke Uwapa dalam tahun anggaran 2017. Kepala PLN Ranting Nabire, Oktovianus mengatakan mendukung apabila pemerintah daerah ikut membantu pembangunan jaringan kabel ke Topo.Sementara itu, sesuai usulan dari PLN ke PLN Areal Wilayah, menawarkan dua opsi yakni membangun jaringan kabel ke Topo dengan konsekuensi tanah longsor dan tawaran lain menambahkan kekuatan mesin yang di Topo sambil memperbaiki jaringan yang ada agar bisa melayani masyarakat secara maksimal, 24 jam. Menambah mesin yang ada dengan maksud ketika mesin yang satu istirahat diganti dengan mesin lain sehingga pelayanan listrik tidak terputus. (ans)
Bagikan artikel ini



