NABIRE - Kembali mantan Kepala Kelurahan Karang Tumaritis yang juga staf Dinas Sosial Frans Pigay meminta agar ada perhatian yang serius dari pengambil kebijakan di daerah ini terhadap Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapil) Kabupaten Nabire. Dimana Frans Pigay menilai Kantor Discapil merupakan jantungnya kependudukan yang mencatat soal data kependudukan yang dimulai dari akte kelahiran, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga kartu kematian. Namun melihat kondisi yang ada, banyak masyarakat menyoroti soal KTP-E yang selalu dikatakan oleh petugas Discapil bahwa, balongko KTP habis dan juga selalu dikatakan mesin rusak, sehingga banyak diterbitkan KTP sementara. Untuk itu, dirinya meminta agar ada perhatian yang lebih serius kepada Discapil agar proses penerbitan KTP dan mesinnya bukan lagi menghambat pelayanan bagi penduduk yang ada di daerah ini, karena data kependudukan merupakan kunci utama pembangunan. Frans Pigay kepada Papuapos Nabire, Rabu (15/11), di seputar Kantor Dinas Sosial jalan Pepera Nabire menambahkan, bicara pembangunan dan bantuan apa saja silakan, akan tetapi yang lebih penting adalah data kependudukan yang dimulai dari akte lahir, KK, KTP dan kartu kematian. Sehingga kita bicara soal pelayanan yang ada di Kantor Discapil jangan lagi terhambat karena habisnya blangko KTP dan juga mesin cetak yang terus menerus rusak dan bila perlu kita tidak lagi harus memiliki satu mesin, kalau boleh dua mesin cetak yang semuanya dibiaya dari dana Kabupaten Nabire. Karena menyangkut data kependudukan sangat besar artinya bagi berlansungnya pembangunan di daerah ini, sehingga diharapkan ada kebijakan khusus bagi Kantor Discapil Nabire, karena data kependudukan merupakan asset terbesar dalam kebijakan pembangunan. Dan hingga kini ada sebahagian besar masyarakat Nabire yang telah memiliki akte lahir, KK dan KTP, akan tetapi juga ada sebahagian masyarakat juga yang belum memiliki catatan kependudukan, sehingga ini semua membutuhkan perhatian dan kebijakan yang serius dan jelas.(des)