NABIRE – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire mengembalikan Beras Sejahtera (Rastra) dari Distrik Makimi ke Dolog Seksi Nabire karena dinilai beras Rastra bagi keluarga sejahtera di Distrik Makimi tidak sesuai dengan kriteria beras yang ditentukan Kementerian Sosial (Kemensos). Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Distrik Makimi mengembalikan beras tersebut ke Dolog, Selasa (24/4), karena berasnya tidak layak dikonsumsi.Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Zakeus Petege di Kantor Dinsos, Rabu (25/4) mengatakan pendamping PKH yang ditugaskan Kemensos sebagai tenaga lapangan di Distrik Makimi mengembalikan beras Rastra pada hari Selasa (24/4), karena Dolog mendistribusikan beras kotor. Pada hari itu juga, pendamping PKH meminta Dolog untuk menarik beras Rastra untuk Distrik Makimi dan Dolog Seksi Nabire sudah menarik kembali beras Rastra yang diberikan kepada keluarga sejahtera di Distrik Makimi.Zakeus Petege menjelaskan, Kemensos sudah menentukan, beras Rastra yang diditribusikan kepada keluarga sejahtera adalah beras kelas medium, seperti beras jatah Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri. Oleh karena itu, beras yang diterima keluarga sejahtera di daerah ini juga beras kelas medium.Oleh sebab itu, ketika Dolog Nabire mendistribusikan beras rastra ke Distrik Makimi, pendamping menemukan beras rastra di Makimi, beras kotor, beras yang tidak sesuai dengan ketentuan Kemensos. Karena itu, pendamping meminta Dolog menarik beras rastra yang kotor dan meminta beras rastra kelas medium. “Tenaga pendamping di beberapa distrik, mereka juga tegas sehingga tidak bisa main-main seperti selama ini,” tuturnya bernada memuji pendamping.Menyinggung distribusi beras Rastra di daerah ini, Zakeus menjelaskan, sejak pekan lalu, Dinsos Kabupaten Nabire sudah mendistribusikan Rastra kepada keluarga sejahtera, sebagai penerima beras rastra yang ditetapkan Kemensos. Dalam distribusi beras itu, Kemensos menetapkan Dolog mendistribusi beras hingga ke setiap kelurahan dan kampung. Oleh karena itu, Dolog Nabire mendistribusi Rastra hingga ke kelurahan dan kampung.Ia mengungkap, pekan lalu, Dolog menditribusikan Rastra untuk Distrik Wanggar ke kantor Distrik. Oleh sebab itu, Kepala Distrik Wanggar, marah dan melapornya ke Dinsos. Karena, dalam Juknis distribusi beras Rastra, titik akhir droping beras ke setiap kelurahan dan kampung, biaya distribusi ditanggung oleh Kemensos.Sementara di luar kota, kata Zakeus, beras Rastra untuk Distrik Menou, Dolog sudah mulai menyalurkan beras Rastra ke kantor distrik, mulai minggu lalu, melalui pesawat udara. Oleh karena itu, apabila ada warga Menou, penerima beras Rastra mau menikmati beras ini, silahkan ke Menou, tidak ada pelayanan di Nabire. (ans)